SIMEULUE, [bhyangkaranews.id] - Seorang oknum Supir Ambulance inisial RAP diduga memukul dokter Puskesmas Lamerem inisial FA, pada hari Senin (19/10/2020) sekira pukul 12.10 wib bertempat di Puskesmas Lamerem Desa Lamerem Kabupaten Simeulue.

Kadis Kesehatan Kabupaten Simeulue, Asluddin.MKes, membenarkan kejadian Pemukulan yang di lakukan inisial RAP Oknum Supir Ambulance Puskemas Lamerem itu terhadap inisial FA dokter Puskesmas Lamerem Kabupaten Simeulue,

Kata Asludin, Saat ini FA Sudah melaporkan hal tersebut ke Pihak kepolisian Polres Simeulue dua hari lalu kemaren, Namun

dari pihak Dinas Kesehatan sedang mengupayakan kedua bela pihak agar bisa melakukan perdamayan keluarga sehingga keakrabaan silaturrahmi tetap terjalin,

Selain itu permasalahan laporan korban ke pihak kepolisian polres Simeulue itu silakan berjalan itu hak mereka masing masing yang bersangkutan, juga sejauh bagai mana hasil selanjut nya belum bisa Dinas kesehatan menyimpulkan bagaimana proses selanjut nya, kini inisial RAP sebagai pelaku sudah di pindahkan sementara ke Puskesmas Simeulue Cut dan bagai mana tindakan sangsi selanjut nya sedang di upayakan berkodinasi selanjutnta,"Pungkasnya kadis kesehatan Simeulue,Asludin

Saat dikonfirmasi Bhayangkara News.id paur humas polres Simeulue Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo S.I.K, melalui Kasat Reskrim, IPDA Muhamad Rizal, SE.,SH membenarkan hal tersebut.

”Benar telah terjadi pemukulan terhadap seorang dokter inisial FA yang bertugas di Pukesmas Lamerem Kabupaten Simeulue dan kasus inipun sudah dilaporkan ke Polres Simeulue,” kata Kasat Reskrim, Rabu (21/10/2020).

Selanjutnya Kasat Resrim Polres Simeulue menguraikan Kronologis kejadiannya, Dia mengatakan, pada saat itu FA baru pulang dari kegiatan lapangan di Desa Lhok Pauh sesampai di Puskesmas tersebut masih diatas sepeda motor, FA melihat kearah depan Puskesmas dimana saat itu staf Puskesmas sedang berkumpul lalu FA menatap RAP pada saat FA sedang memarkir sepeda motor di samping Puskesmas.

”Saat itu juga RAP mengejar FA sambil melakukan tendangan dari arah samping karena FA menghindar sehingga tidak mengenai pada tubuh FA lalu RAP mengejar lagi sambil memukul kepala dan leher FA dari arah belakang FA,

Karna merasa terancam dan mencobak menghindar tetapi RAP terus melakukan tendangan kearah punggung belakang sehingga FA terjatuh, kemudian FA berusaha bangkit namun RAP melakukan pemukulan lagi kearah leher belakang dan punggung FA secara berulang kali,” terang Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, tidak sampai disitu, FA berusaha lagi untuk menyelamatkan diri dengan berlari kedalam Puskesmas, tapi RAP terus mengejar dan melakukan pemukulan lagi kepada FA didalam gedung Puskesmas.

"Saat RAP dilerai oleh para Staf Puskesmas dan pekerja bangunan Puskesmas yang pada saat itu sedang istirahat, maka baru RAP berhenti melakukan pemukulan terhadap FA," ujarnya.

Pada saat dilerai, FA menyampaikan pada RAP akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, kemudian RAP mengancam FA, sebelum kamu melapor kamu sudah mati duluan.

"Atas kejadian tersebut FA merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Simeulue untuk di tindak lanjuti secara hukum,” tutup Kasat Reskrim Polres Simeulue, IPDA Muhammad Rizal,[Dahman]