Kepulauan Nias, [bhayangkaranews.id] - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Gunungsitoli Nias, gelar aksi demo di Kantor Bupati Nias dan di Gedung DPRD Kabupaten Nias. Selasa, (03/11/2020).

Adapun beberapa tuntutan Mahasiswa DPC GMNI Gunungsitoli – Nias yang di tunjukkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nias dan DPRD Kabupaten Nias yaitu, tentang pelayanan di RSUD Gunungsitoli terutama pada pelayanan pasien Covid-19. Kemudian tentang salah satu pasien Covid-19 minggu lalu yang telah viral di medsos karena Reaktif di gabungkan di ruang isolasi Positif, serta beberapa hal lainnya tentang pelayanan pasien Covid-19 yang di duga tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan yang sebenaranya, sehingga RSUD Gunungsitoli yang seharusnya tempat menyelamatkan nyawa, namun justru menghadirkan misteri yang amat menakutkan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan masyarakat tidak berobat di RSUD Gunungsitoli karena mereka takut mana tau di Covidkan.” Ucap aktivis dari GMNI dalam orasinya.

Kemudian GMNI menuntut agar Bupati Nias selaku Ketua tim gugus Covid-19 mengevaluasi dan mencopot direktur RSUD gunungsitoli dari Jabatannya.

Selanjutnya, Bupati Nias menyampaikan adanya keterbukaan informasi tentang penanganan pasien Covid-19, serta mengevalusi kinerja dan tugas dokter di RSUD Gunungsitoli.

Dan terakhir  memberikan pertanggungjawaban terkait anggaran dana Covid-19 di Kabupaten Nias, aksi demo di depan halaman kantor Bupati Nias, diterima oleh Asisten I. Dalam penjelasan asisten I di depan massa menyampaikan, “Bapak Bupati Nias lagi berada di jakarta bersama Kadis Kesahatan Kaupaten.Nias.

Namun demikian tuntutan GMNI ini nanti akan sampai di meja pimpinan. ”Ucapnya,

Sementara itu unjuk rasa di depan halaman kantor DPRD Kabupaten Nias diterima baik oleh Ketua Komisi I dari Partai Nasdem Yosafati Waruwu, SH serta tujuh orang anggota dewan lainnya, Menanggapi tuntutan mahasiswa Yosafati Waruwu, SH menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi atas aksi yang di lakukan oleh mahasiswa yang tergabung di GMNI karena telah mengingatkan kami dan Pemerintahan Kabupaten Nias menjalankan fungsi yang sesungguh-sungguhnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dan adik-adik mahasiswa juga telah menggunakan hak konstitusionalnya menyampaikan pendapat di depan umum yang di lindungi oleh undang-undang. Ucap Yosafati

Mengenai anggaran Covid-19 di Kabupaten Nias kita akan mengusulkan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Nias untuk sesegera mungkin membentuk Tim Pansus, Kemudian, Saya juga sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nias, sepakat supaya mengevaluasi direktur RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, dan begitu juga tentang penanganan Pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Nias kita akan segera mengadakan Ruang Dengar Pendapat (RDP) antar lintas Komisi.” Tegas Yosafati, SH. [057-SH]