Ciamis, [bhayangkaranews.id] - Ada dugaan Kekisruhan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Pasirtamiang Kecamatan Cihaurbeti pihak  FKPM audensi  ke kantor camat,,pihak terkait saling lempar sembunyi tangan dalam menyikapi kekisruhan masalah BST terus berlanjut ricuh tidak ada benang merahnya untuk penyelesaian masalah BST, sampai pihak Forum Kemitraan Polisi dan Masarakat ( FKPM) geruduk kantor kecamatan cihaur beti (10/11/2020).

Ketua FKPM Desa Pasir Tamiang dan puluhan anggota nya guruduk audensi ke kantor Kecamatan Cihaur Beti Kabupaten Ciamis bertujuan ingin langsung bertemu dengan pihak Camat Cihaur Beti atau para pejabat kecamatan tapi yang di tuju tidak ada di kantor lagi ada urusan yang lain, hanya ada  kasipem kecamatan, hal ini menjadi pihak forum pun agak memanas hampir ricuh  karena seakan-akan kurang di respon layangkan surat pemberitauan sebelumnya.

H Abdul Gani (Ketua  FKPM) pun angkat bicara, dimana pemerintahan kecamatan saat ini, belum juga ada klarifikasi atas kekisruhan terkait masalah BST

Dari  kurang respond an komunikasi yang kurang baik, kami bukan untuk mengobok-obok wilayah sendiri tapi kami ingin membenahi sistem yang ada jangan sampai seperti ini di wilayah desa pasirtamiang dan kami pengen semua sistem yang terkait ada kertasparanan ke masyarakat agar masyarakat tidak dibohongi, ungkap H Abdul Gani dengan nada kecewa.

Sisi lain Erlin Cerlin sebagai Kordinator PKH, menjelaskan kalau untuk PKH ATM-nya di pegang oleh masing masing KPM cuman untuk ATM BPNT ada kebijakan lokal kata agen e-warung katanya dengan alasan supaya tidak tercecer dan lebih memudahkan untuk di daerah desa pasirtamiang, kata Erlin.

Ditempat yang sama saat di konfirmasi ke Kasipem Kecamatan Entis mengatakan ini sebenarnya yang di layangkan surat oleh FKPM Pasirtamiang yang di kirim tanggal 9/11/2020 kemarin baru di terima tanggal 10/11/2020 sekarang dan kami belum tau apa yang akan mereka sampaikan dari pihak FKPM tersebut karna tadinya yang di tuju BAPAK Camat berhubung Camat lagi tidak ada di kantor, jadi meraka pada bubar padahal di sini sudah ada pendamping PMD dan yang lainya, ujar Kasipem.


Kami dari masarakat belum ada pengaduan atau keluhan terkait masalah bantuan sosial apalagi dari pendamping PKH atau BPNT, sampai hari ini juga pada intinya pihak kecamatan dengan adanya permasalahan bantuan sosial yang kisruh di pasirtamiang  sampai hari ini aman aman saja kecamatan tidak tahu, dijelaskan Kaspem.

Lain halnya dengan Yudi (Pjs Kades), permasalahan di desa pasirtamiang pada pokok masalah pengambilan bantuan sosial tunai (BST ) waktu pengambilannya agak berbeda diberikan kepada pihak KPM karna alasannya dan intinya di aman kan dulu, tapi sekarang sudah diberikan ke semua pihak KPM tersebut, dijelaskan kades Yudi.

Tambah Ketua FKPM H Abdul Gani, dalam hal ini kenapa kami melayangkan surat ke pehak kecamatan karena saya sudah melaksanakan tahapan ke pihak pemerintahan desa dengan adanya mediasi secara lisan tapi sampai hari sekarang tidak ada tembusan atau menemukan solusi sistem dan tidak ada kejelasan terkait masalah ini .

Sehubungan FKPM mendatangi kecamatan untuk audesi, kami relah layangkan surat permohonan tanggal 9/11/2020 akan hadir ke kecamatan yang dijadwalkan pada tanggal 10/11/2020 jam 9 pagi, yang disampaikan sama seperti yang didesa masalahnya.

Yang terjadi ada dugaan masalah pengguan kartu ATM PKH  Bantuan Sosial menurut narasumber namanya minta dirahasiakan kepada awak media bhayangkaranews.id, dalam pencairan tersebut sebelum habis bulan harus di cairkan tapi pada kenyatannya pencairan dilakukan diawal telah di cairkan dan di berikan kepada KPM, selanjutnya sebulan kemudian baru di distribusikan, hal ini  yang jadi ke kisruhan di masyarakat Desa Pasirtamiang, karena dana tersebut tidak tahu dimana di amankan.

Seharusnya pengawasan dari pemerintah kecamatan dan pendamping masyarakat lebih transparansi dalam masalah bantuan sosial yang berkaitan dengan hidup hajat orang banyak yang telah ditetapkan sebagai penerima.

Melihat kekisruhan yang terjadi, kami harapkan masalah ini tidak terjadi lagi, pangkas H. Abdul Gani. [047-H]