Cianjur, [bhayangkaranews.id] - Virus Corona merupakan virus yang membuat semua manusia sengsara sampai dengan saat ini belum ditemukan obat khusus untuk membunuh virus yang membahayakan  tersebut semua negara masih mencari formula untuk mengantisipasi dan  menemukan obat yang mampu untuk membunuh virus corona.          Kabupaten Cianjur kembali ke zona kuning dimana diketahui sebelumnya berada di zona orange. kembalinya ke zona kuning bukan berarti Kabupaten Cianjur bisa aman dari bahaya Covid-19, perlu kerja keras dan usaha dalam meredam penyebaran serta penularannya.              

Perlu diketahui Kabupaten Cianjur memiliki potensi menuju zona merah.

dr. Yusman Faisal Selaku Juru Bicara Pusat Informasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, menyatakan bahwa, perubahan zona tersebut dilihat dari naik turunnya angka positif dan kesembuhan masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Bisa, fluktuatif saat ini. Terlebih kita saat ini baru ke zona kuning dari sebelumnya orange. Dari evaluasi tersebut oleh kementrian dan provinsi setiap tujuh hari sekali atau satu minggu sekali,” terangnya.

Meski demikian, dirinya meminta agar tetap mengedepankan kewaspadaan tren kenaikan penyebaran Covid-19 bagi Satgas Penanganan Covid-19 yang menanganai.        Selain itu, masyarakat pun diminta agar mematuhi protokol kesehatan sebagai pendorong turunnya angka penyebaran.

“Selain satgas, tentunya masyarakat harus mendukung program pemerintah dalam hal pemutusan mata rantai penyebaran,” jelasnya.

Bahkan dirinya mengkhawatirkan, jika Kabupaten Cianjur kembali ke zona orange bisa saja sewaktu-waktu terjatuh ke zona merah.

“Justru saat di zona orange itu bisa saja jatuh ke zona merah, tentu ada kekhawatiran.                 

Ternyata terjadinya zona orange itu pada hari terakhir evaluasi terjadinya kluster pesantren yang 35 orang. Setelah terselesaikan baru kembali ke zona kuning,” pungkasnya. (050-HAG)