Tangerang, [bhayangkaranews.id] - Berdasarkan pedum dan juknis yang berlaku,dan sangat jelas di dalam nya mengatur tata cara pendistribusian bansos BPNT,yang di buat oleh pemerintah dan kementrian terkait,team DPP lembaga aliansi indonesia,banyak menemukan kesalahan di dalam penerapan mekanisme pendistribusian bansos BPNT.

Kepada awak media bhayangkara news ,Team DPP Lembaga Aliansi Indonesia,yang terdiri dari TB (ketua team), dedi, susi dan aris, saat memantau pendistribusian BPNT di wilayah kecamatan teluk naga,sangat menyayangkan oknum agen brilink,menyalahi aturan dengan memberikan KPM bahan pangan bansos yang produksi pabrikan,dan jumlah item yang kurang baik,  sedangkan di dalam pedum dan juknis sudag sangat jelas acuan bahan-bahan yang boleh atau pun tidak boleh yang di berikan kepada KPM.

Namun hingga terakhir bulan oktober TB selaku ketua team dari lembaga aliansi indonesia,masih menemukan oknum BRILINK yang Masih menyalahi aturan tuturnya. 
Team aliansi indonesia berharap kepada pihak bank BRI selaku yang mempunyai kebijakan kepada agen BRILink, untuk menindak tegas dan memberikan sanksi pencabutan mesin EDC kepada oknum agen BRILink yang menyalahi aturan, agar citra BANK BRI itu sendiri tetap baik di mata masyarakat maupun pemerintah.

Di tempat terpisah melalui pesan whatsapp awak media mencoba menghubungi ketua TKSK selaku orang yang mempuyai tugas di dalam pengawasan dan pelayanan di dalam pendistribusian bansos BPNT,  namun belum ada jawaban. [052-TH]