Ogan Komering Ilir,  [bhayangkaranews.id] – Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) terhadap bintara Polres OKI Bripka Hendra Sutowo, Bripka Antonius, Brigadir Hengky Gemesti yang di berhentikan tidak hormat dari Kedinas Polri bertempat di lapangan Mapolres OKI, Jumat (06/ 11/ 2020).

Upacara tersebut di pimpin langsung oleh Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, SH, SIK, M.Si sebagai perwira upacara, Ipda Husin sebagai komandan upacara dan pendamping anggota PDTH dari Sie Propam Polres OKI.

“Perlu diketahui bersama bahwa upacara PDTH ini merupakan salah satu wujud dan realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi anggota yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik kepolisian,” ujar Kapolres OKI dalam amanat upacara tersebut.

Atas ketidakhadiran anggota yang di PDTH, prosesi upacara dilaksanakan melalui perwakilan mengusung foto, tidak dilakukan pemasangan baju batik namun dilakukan pencoretan foto bintara yang memakai pakaian Polri tersebut.

Kapolres mengungkapkan bahwa, rasa berat dan sedih untuk melakukan upacara itu, karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan saja, tetapi juga kepada keluarga besarnya. Namun untuk diketahui bahwa hal itu telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang, penuh pertimbangan dan senantiasi berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku, ungkapnya.

Para personil tersebut telah melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 Pasal 14 Ayar 1 Huruf A tentang Disersi.

“Prosesnya mulai dari pemanggilan dengan maksud yang bersangkutan bisa berubah lebih baik lagi dan disiplin dalam berdinas. Kemudian pemeriksaan oleh Siepropam, sidak kode etik Polri sampai akhirnya yang bersangkutan dipandang tidak layak untuk dipertahankan sebagai anggota Polri,” ungkap Kapolres OKI.

“Semoga kedepannya dapat menjalani hubungan yang lebih baik sehingga menjadi orang yang lebih sukses dalam keluarga maupun ditengah masyarakat,” tambahannya.

Terhadap seluruh personel Polres OKI dan Polsek Jajaran sebagai pribadi-pribadi maupun pimpinan pastinya berharap tidak lagi ada upacara seperti itu dilain waktu (PDTH).

“Untuk itu diharapkan personel Polres OKI dapat mengambil hikmah serta pelajaran dari PTDH ini, maka jadikan ini interopeksi diri dan cerminan agar menjadi pribadi yang baik dalam menjalankan tugas secara profesional dan melaksanakan tugas dengan baik serta bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya. [001-HTR]