Cianjur, [bhayangkaranews.id] - Muhammd Nano, selaku Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, menyatakan bahwa untuk distribusi pupuk subsidi di Cianjur mengalami keterlambatan.

“Memang bukan langka, tapi karena distribusi pupuknya saja mengalami keterlambatan. Itupun bukan dari kami atau Pemkab Cianjur, akan tetapi bagaimana dari pemerintah pusat,” hal tersebut diutarakannya di Balithi Segunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, pada Kamis, 12/11/20.

Dalam penjelasannya di paparkan bahwa Untuk penyalurannya sendiri, baru tahap pertama. Itu pun hanya mencapai 40 persen atau sekitar 35 ribu ton. Adapun untuk tahap selanjutnya baru Minggu kemarin akan segera direalisasikan keseluruhan.

“Alhamdulillah beberapa waktu dekat kemarin sudah kita undang seluruh distributornya. Mudah-mudahan segera terealisasi secara maksimal kepada petani,” ujarnya.

Menurutnya, bahwa merealisasikan penyaluran pupuk bersubsidi dari hulu itu adalah kebijakan dua Menteri. Yakni Menteri Pertanian dan Menteri Keuangan.

“Pupuk itu sebetulnya banyak stok dari pabrikan atau distributornya. Tapi karena surat keputusan Menteri Keuangan yang belum turun, maka penyaluran pun sesuai SK itu turun,” Jelasnya.

“Tapi sekarang sudah berjalan dan telah melaksanakan pendistribusian ke seluruh kios yang ada di kecamatan dan yang ditunjuk oleh distributor,”.

Untuk mekanismenya dalam pendistribusian pupuk subsidi, Nano menyebut, yakni sesuai rencana detail kebutuhan kelompok atau RDKK, yang telah diusulkan pada Dinas pertanian.

“Setelah ada usulan dari kecamatan kepada dinas, kami usulkan kembali ke provinsi hingga akhirnya ke Kementerian dan langsung disalurkan ke seluruh nasional,” ujarnya.

Diketahui sebelum adanya kekurangan pasokan pupuk subsidi di pasaran, kronologisnya bahwa pupuk tersebut pengusulannya dimulai dari kelompok tani, yang dituangkan dalam Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) penerimaan pupuk subsidi dan kartu tani, dan diusulkan atau dikolektifkan se-kabupaten ke tingkat provinsi dan berakhir ke tingkat pemerintah pusat.

“Kalau memang para petani belum daftar atau mengajukan untuk dapat kartu tani, maka boleh dari sekarang diajukan,” jelasnya.

Diakuinya, bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin mengupayakan pasokan pupuk subsidi bisa lancar dan kembali normal.

“Mudah-mudahan usulan kita dari pemerintah daerah segera terealisasi karena sudah memasuki musim hujan dan musim tanam,” Pungkasnya. [050-HAG]