Cianjur, [bhayangkaranews.id] - Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (AUMKM) Kabupaten Cianjur mengadakan rapat koordinasi (Rakor), bersama para pengurus, koordinator desa, dan koordinator kecamatan Se-wilayah II Cianjur Utara, bertempat di Aula Desa Sindanglaya, pada Minggu,08/11/20.
 
Acara dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Camat di wilayah Cianjur Utara serta para tamu undangan.
 
Iwan Mustofa selaku Ketua Asosiasi UMKM Kabupaten Cianjur,  menuturkan bahwa, tujuan diadakannya rakor serta pembentukan pengurus AUMKM ini tidak lain untuk mengembangkan pelaku usaha yang ada di lima wilayah kecamatan ini khususnya. Yakni, Kecamatan Pacet, Cipanas, Cugenang, Sukaresmi, dan Cikalongkulon.
 
“Jadi kita tinggal melaksanakan apa yang direncanakan dari program-program pemerintahan termasuk apa yang dicita-citakan kita di Asosiasi ini,” terangnya.
 
Pihaknya berharap dengan adanya asosiasi ini adalah azas manfaat. Yang bermanfaat untuk semua para pelaku usaha yang ada di kecamatan khususnya dan umumnya asosiasi UMKM se-Kabupaten Cianjur.
 
“Harapan kami dengan kepengurusan baru ini kita bisa action mulai dari bawah untuk pengembangan usaha, kemudian ke pemerintah daerah, provinsi hingga ke pusat,” Tandanya.
 
Sementara itu, Indra Sunggara selaku Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Diskoperdagin Kabupaten Cianjur,  menyatakan bahwa atas nama dinas dan pemerintah Kabupaten Cianjur mengapresiasi kegiatan ini kepada AUMKM yang telah membuat wadah bagi pelaku mikro untuk bersama-sama bergerak menyelesaikan permasalahan- pemasaran UMKM di Kab. Cianjur.
 
“Dalam memberdayakan UMK ini tentunya bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi semua unsur dan sektor harus ikut dari akademisi bisnis community government ini,” jelasnya.
 
Pihaknya mengakui, bahwa pemerintah dalam hal ini Diskoperdagin hanya memiliki sifat pentaholic. Yang mana Artinya semua stakeholder harus bahu-membahu membangun dan memberdayakan UMK ini.
 
“Pemerintah hanya mengambil peran mendorong dan memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana serta pelatihan bagi para pelaku usaha,” jelasnya.
 
Menurutnya, asosiasi ini dibentuk sudah cukup bagus. Hanya saja dalam pelaksanaannya, mesti berpikir bagaimana UMKM ini tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi ada wadah dalam membantu kemajuannya.
 
“Jadi kita sama-sama berfikir bagaimana wadah ini bisa meningkatkan kualitas dan kualitas produk UMKM supaya lebih maju,” tegasnya.
 
Dirinya menyebutkan bahwa permasalahan UMKM itu memiliki tiga faktor. Pertama adalah soal sumber daya manusia (SDM). Kedua pemasaran, dan yang ketiga adalah persoalan permodalan.
 
“Kami harap bagaimana asosiasi UMKM ini bisa menjadi solusi bagi pelaku usaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” harapnya.
 
Lanjutnya Dinas pun sama akan konsen ketiga hal tersebut, serta memikirkan bagaimana bisa berkolaborasi dengan asosiasi dan seluruh UMKM. Pungkasnya.  [050-HAG]