Cianjur,  [bhayangkaranews.id] - Terduga pelaku tindak pidana penggelapan uang terjadi di Yayasan Tadika Puri, AS (40) diciduk jajaran Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat. Pukul 13:07 WIB Pada Minggu, 06/11/20.
 
Ipda Dadang Watman selaku, Kanit Idik II Satreskrim Polres Cianjur,  menuturkan bahwa, pelaku ditangkap di Jl. Kenten City Ruko Blok A2 Kelurahan Sako, Kecamatan Sukamaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Di sebuah ruko yang dijadikan kantor PT Nusa Pratama, perusahaan baru yang dikelola pelaku.
 
"Pelaku ini mantan manajer marketing di Yayasan Tadika Puri. Pelaku ditangkap setelah ada laporan polisi dari pihak yayasan terkait dugaan penggelapan uang perusahaan oleh yang bersangkutan senilai Rp 140.355.000," ungkapnya.
 
Lanjutnya motif pelaku yaitu mengajukan penambahan anggaran operasional untuk kantor cabang yang sempat dipimpinnya.  Namun setelah anggarannya cair, uangnya justru digunakan untuk kepentingan pribadi.
 
"Pelaku ini diduga telah melakukan penggelapan dana perusahaan. Awalnya pelaku berdalih anggaran yang diajukannya itu untuk membeli kendaraan inventaris, sewa ruko dan pembelian peralatan kantor. Akan tetapi uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi," jelasnya.
 
Selama dalam pengejaran polisi,  pelaku berpindah-pindah hotel untuk menghindari kejaran polisi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di tahanan Mapolres Cianjur.
 
"Pelaku dijerat dengan pasal 374 KUHPidana tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara," ungkapnya.
 
Hendro selaku Staf Yayasan Tadika Puri, menjelaskan bahwa akibat perbuatan pelaku, pihak yayasan mengalami kerugian lebih dari seratus juta.  "Pelaku ini sempat menjabat sebagai manajer marketing sekitar enam bulan di yayasan kami. Tapi saat ini sudah dipecat," terangnya.
 
Hendro mengucapkan, terimakasih kepada jajaran Polres Cianjur yang telah membantu Mengungkap kasus yang terjadi hingga berhasil menangkap pelaku. Pungkasnya. [050-HAG]