CIANJUR, [bhayangkaranews.id] - Pemusnahan ratusan botol minuman keras (Miras) ilegal dan oplosan berbagai merek serta obat-obatan terlarang, di lakukan di Mapolsek Pacet, Kabupaten Cianjur,  

Pelaksanaan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Pacet, turut hadir Camat Pacet dan Camat Cipanas, Ketua MUI Pacet dan MUI Cipanas, Satpol PP, unsur Forkopimcam, dan para kepala desa se-Kecamatan Cipanas, serta perwakilan Organisasi masyarakat (Ormas).
Kapolsek Pacet,  AKP Galih Apria. SIK. MSI. MIK menuturkakan, bahwa pemusnahan itu dilakukan menyusul setelah adanya hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) dari sejumlah toko dan warung di kecamatan Pacet dan Cipanas beberapa waktu lalu.

“Jadi kami Polsek Pacet bersama unsur Forkopimcam hari ini memusnahkan barang bukti yang disita petugas usai pelaksanaan Cipkon beberapa waktu lalu,” jelasnya. kepada www.bhayangkaranews.id di Mapolsek Pacet. pada Kamis, 31/12/20.

Adapun jenis Miras dan obat-obatan yang di musnahkan,  Miras berjenis Intisari sebanyk 100 botol, Miras oplosan 400 bungkus, Anggur ginseng 15 Botol, Bir Pros 6 Botol, Anggur putih 6 botol, Smirnoff 2 botol, Shoju 5 botol, Brendy 2 botol, Whine 2 botol, Arak 12 botol, Trehex 60 butir, Tramadol 40 butir, dan Eksimer 100 butir.

“Ratusan botol dan obat terlarang jenis G yang seharusnya tidak diperjualbelikan secara bebas, kita musnahkan semua,” paparya.

Lanjutnya, untuk tindak lanjut kedepannya, pihaknya akan sangat membuka informasi dari masyarakat jika memang di lingkungan masing-masing ditemukan dan terjadi sesuatu tindak kriminalitas.

“Jadi ketika ada laporan dari masyarakat, kami akan segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti hal itu,” ungkapnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pacet, KH. Ade Muchlis menambahkan, dengan adanya pemusnahan miras dan obat-obatan terlarang di Polsek Pacet ini, pihak MUI sangat mengapresiasi dan mendukung penuh. Sehingga diharapkan bisa menekan tingkat pengedar, penjual dan pembeli miras serta obat yang tak semestinya diperjualbelikan.

“Keberhasilan ini berkat kerja sama semua unsur. Terutama kerjasama Polsek, Danramil, Trantib Kecamatan dan juga melibatkan unsur desa-desa, termasuk para ulama khususnya di dua wilayah ini,” Jelasnya.

Pihaknya sangat berharap, pelaksanaan giat operasi Cipkon dan pekat ini bisa terus berjalan konsisten. Sehingga kemaslahatan masyarakat kedepannya akan terus baik. Pungkasnya. (050-HAG)