Cianjur, [hayangkaranews.id] - Hadi Dzikri Nur selaku Komisioner Bidang Pengawasan Bawaslu Cianjur menuturkan bawa jajarannya saat ini gencar melakukan patroli siber untuk memantau dan memastikan tidak ada aktivitas kampanye pada masa tenang.

Lanjutnya, Segala bentuk kampanye, dilarang selama masa tenang, baik itu berupa pemasangan alat peraga kampanye (APK) atau postingan di media sosial. “Segala bentuk kampanye dilarang. Untuk APK mulai kami tertibkan, dan di media sosial akan kami pantau dengan patroli siber oleh petugas khusus,” terangnya pada Minggu 06/12/20.

Menurutnya orang yang melakukan pelanggaran pemilu dengan berkampanye di masa tengang bisa dijerat Pasal 187 Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-undang 

“Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 3 bulan dan denda paling besar Rp1 juta,” terangnya.

Selain mengandalkan tim siber, pihaknya juga berharap adanya keterlibatan masyarakat untuk ikut mengontrol dan melaporkan jika terjadi pelanggaran berupa kampanye di media sosial saat masa tenang.


“Jadi nanti tidak hanya berdasarkan temuan dari Bawaslu, tapi kami harap masyarakat ikut serta dalam mengawasi. Dengan begitu pengawasan akan maksimal, dan mereka yang berusaha melanggar akan kena sanksi tegas,” pungkasnya. [050-HAG]