Cianjur,[bhayangkaraNews.id] - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, gencar melakukan patroli pengawasan anti politik uang di masa tenang Pilkada Cianjur 2020 yang akan digelar serentak pada 9 Desember 2020 nanti.

Dimana diketahui, peningkatan pengawasan anti politik uang dilaksanakan dengan melibatkan para pengawas di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner Bidang Pengawasan Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur menuturkan bahwa di masa tenang dan jelang hari pencoblosan potensi money politics dan kampanye hitam sangat tinggi.

“Kita lakukan antisipasi agar hal-hal yang dilarang tidak terjadi, seperti politik uang dan kampanye hitam. Baik jelang pelaksanaan maupun saat pelaksanaan pemilihan nanti,” ujarnya, pada Senin 07/12/20.

Lanjutnya, memasuki titik rawan lantaran semua energi calon dimaksimalkan dalam rangka merebut simpati publik sampai detik-detik pencoblosan. “Biasanya kan saat ini para calon sudah pegang hasil surveinya, sehingga tahu dimana kurangnya dan harus bagaimana,” jelas dia.

Maka dari itu, Hadi menjelaskan, selain patroli di lapangan, pihaknya akan meningkatkan patroli siber demi memastikan tidak terdapat aktivitas kampanye terselubung di media sosial.

Ia menegaskan, semua bentuk kampanye di masa tenang dilarang sesuai Pasal 187 Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-undang.

“Ada jeratan bagi mereka yang melanggar dengan ancaman pidana tiga bulan penjara dan denda maksimal Rp1 juta,” kata dia.

Bawaslu Cianjur berharap, partisipasi masyarakat ikut proaktif melapor apabila menemukan indikasi politik uang dan kampanye terselubung di media sosial.

“Keterlibatan masyarakat akan memaksimalkan fungsi pengawasan dan mereka yang melanggar dipastikan mendapat sanksi tegas,” ucapnya.

Sebagai informasi, Pilkada Cianjur 2020 akan diikuti empat pasangan calon, terdiri atas tiga paslon yang diusung parpol koalisi dan satu calon dari jalur independen.

Keempat paslon tersebut adalah Herman Suherman-TB Mulyana Syahrudin (PDI-P, Golkar, PPP, PAN, Nasdem), Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja (PKB, PKS), Oting Zaenal Mutaqien-Wawan Setiawan (Gerindra, Demokrat), dan paslon dari jalur perseorangan, Mochamad Toha-Ade Sobari.  pungkasnya. [050-HAG]