SIMEULUE-[bhayangkaranews.id] - Bupati Simeulue H. Erli Hasim. SH., S.Ag., M.I.Kom., didampingi Sekretaris Daerah Ahmadlyah. SH., bersama Forkopimda menghadiri rapat Penegasan Batas Batas di aula Setdakab Simeulue, Senin (14/12/2020)

Rapat Forkopimda Kabupaten Simeulue Dengan tema perumusan Strategi Percepatan Penegasan Batas Batas Desa di Wilayah Kabupaten Simeulue
Samsuddin, SH.,Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdakab Simeulue yang juga merupakan Ketua Pelaksana Kegiatan melaporkan, melalui Humas Protokol Pemerintahan Kabupaten 
Simeulue, ia mengatakan " Pelaksanaan Kegiatan ini Perlu dilakukan dan diikuti Oleh Seluruh Kepala Desa, 

Sebab sangat penting Untuk di lakukan Penegasan nya, mengingat Betas-Batas Desa ini berpeluang untuk menimbulkan konflik Antar Desa yang disebabkan masing-masing Desa akan mempunyai argumentasi sejarah sendiri, yang ditetapkan oleh pendahulu, terkadang sering tanpa dilengkapi dengan Dokumen administrasi yang bisa dijadikan Pedoman Penetapan.maka hal ini kalau terus dibiarkan, akan menyebabkan ketidak Harmonisan antar Desa yang bertetangga,

Kedepan nya agar Desa-Desa yang bersebelahan mampu menggali sebuah kegiatan bersama yang didasari atas kebersamaan,"ujar Samsuddin.

Bupati Simeulue H. Erli Hasim. SH., S.Ag., M.I.Kom Dalam arahannya mengatakan," Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih dan selamat atas pelaksanaan Rapat Koordinasi dan konsultasi antara Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (PPBDes) 

Pemerintahan dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Simeulue.hal ini Semoga dapat menjadi awal baik untuk tertibnya penetapan Batas Batas wilayah antar Kecamatan, Desa yang ada di Kabupaten Simeulue yang kita cintai ini, hal ini juga akan menghindarkan kita dari hal hal yang tidak kita inginkan," imbuhnya.

Dalam kegiatan itu Bupati mengajak semua undangan untuk selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan hal ini sebagai upayah memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dan tidak menciptakan klaster baru," ujarnya.

Lebih jauh Bupati mengatakan, Penetapan Batas wilayah termasuk tingkat Kecamatan dan Desa memiliki makna yang sangat penting, terutama terkait luas, potensi yang ada serta kebijakan yang akan diambil dalam mengelola wilayah yang ada bagi Kesejahteraan dan kemajuan Desa. 
"penentuan Batas wilayah pedesaan harus disepakati oleh semua pihak, baik Pemerintahan Kecamatan maupun Desa, tanpa mengesampingkan informasi dari para orang tua atau sesepuh yang tahu dan mengerti sejarah wilayah tersebut," ujar Bupati.

Selain itu bupati menambahkan, terkait batas Wilayah, yang telah ditetapkan tentu sebelumnya melalui kajian-kajian yang tidak merugikan kedua pihak. Namun terkait batas wilayah yang telah di tetapkan tersebut tidak berarti jika ada pelanggaran harus diadili semena-mena sebagaimana Kasus yang perna terjadi beberapa waktu lalu di perairan Air Pinang Kecamatan Simeulue Timur,"tuturnya Bupati. [053-DE]