CIANJUR, [bhayangkaranews.id] - Satu regu yang terdiri dari sepuluh penembak jitu gabungan Polres-TNI disiagakan untuk menjaga pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Tak hanya itu, kepolisian pun mempersiapkan 12 pos pengamanan (pospam) dan enam pos pelayanan (posyan) guna menjamin pengamanan Nataru.

Polres Cianjur tak seorang diri, bersama dengan berbagai unsur dari mulai TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur akan melaksanakan operasi lilin 2020. Sedikitnya, sebanyak 1.115 personil gabungan ditempatkan di beberapa titik rawan.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto menuturkan, kegiatan pengamanan tersebut bukan hanya dari satu instansi saja. Namun semua turut terlibat dalam pengamanan Natal dan malam Tahun Baru. “Kegiatan ini tidak hanya satu atau dua instansi saja, semua bersama-sama dari mulai Kodim 0608/ Cianjur, Polres Cianjur dan instansi lainnya yang berjumlah 1.115 personil gabungan,” jelasnya.

Personil gabungan ini nantinya untuk melakukan pengaturan jalur dan pemantauan kerawanan wilayah yang ada di Kabupaten Cianjur. Yang menjadi titik berat pemantauan yakni Puncak, Cianjur menuju Bandung dan Cianjur menuju Jakarta.
 
Lanjutnya, jalur tersebut dirawankan karena kondisi jalan yang gelap dan sepi. Namun, bukan hanya jalur tersebut, pihaknya memprioritaskan semua jalan.                                   

“Untuk jalur rawan Puncak, Cianjur menuju Bandung dan Cianjur menuju Jakarta. Tapi bukan itu saja, semua kita prioritaskan,” tuturnya.

Tidak hanya menurunkan personil gabungan saja, pihaknya bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur sudah menyiapkan satu regu penembak jitu (sniper) dari Polres Cianjur dan TNI.

Selain membidik kepadatan arus, pihaknya pun memfokuskan peredaran narkoba seperti ganja. Pasalnya, saat ini memasuki musim penghujan dan ganja sudah mulai tumbuh. “Kita operasi terus dari mulai jalur utama hingga jalur tikus, yang kita rawankan ganja karena saat ini masuk musim penghujan dan ganja sudah mulai tumbuh serta bisa saja beredar. Kita pun menyiapkan satu regu atau 10 personil penembak jitu yang turut dibackup oleh pihak TNI,” paparnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Ricky Adipratama mengungkapkan,
pihaknya akan melakukan penutupan jalan di Bundaran Tugu Lampu Gentur dan melakukan pengalihan arus menuju Sukabumi dan Jonggol. Selain itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan Polres Bogor dan Sukabumi.

Selain kerawanan penumpukan kendaraan, pada musim penghujan ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai potensi bencana alam. “Kita sudah lakukan juga koordinasi dengan instansi terkait, karena kita harus selalu waspada kan Cianjur ini daerah pegunungan yang rawan longsor dan kita pun sudah melakukan rapat sektoral,” terangnya.

Bahkan, nantinya akan disediakan alat berat di beberapa titik seperti Cipanas sehingga memudahkan nantinya evakuasi pada saat bencana terjadi. Selain alat berat, pihak Satlantas Polres Cianjur pun menyediakan kantong-kantong parkir di beberapa tempat wisata di wilayah Cipanas agar para wisatawan yang merayakan tahun baru tidak menyimpan kendaraannya di pinggir jalan.

“Sudah kita siapkan juga kantong-kantong parkir untuk wisawatan maupun masyarakat yang merayakan tahun baru, agar nantinya tidak ada yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kodim 0608 Cianjur melaksanakan gelar pasukan pengamanan natal dan tahun baru 2020, di Makodim Cianjur (23/12). Pada pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti, Kodim 0608 Cianjur akan menurunkan 450 personel TNI AD untuk membantu Polri di lapangan.

Dandim 0608/Cianjur, Letkol Rendra Dwi Ardhani menuturkan, pihaknya siap membantu kepolisian dalan rangka pengamanan Natal dan tahun baru 2018.        

“Saya intrulsikan anggota Kodim Cianjur agar mendampingi Polisi dalam hal ini Polres Cianjur untuk melakukan pengamanan siaga menjelang dan natal 2019 serta tahun baru 2020,” ujarnya.

Menurutnya, pada pengamanan Nataru, 160 anggota dilibatkan personel BKO ke Polres Cianjur dan 290 anggota bersiaga, sehingga total kekuatan sebanyak 450 personel anggota TNI AD. “Anggota akan mengamankan serta monitoring jalannya ibadah serta perayaan bagi umat Kristiani di setiap gereja yang ada di Cianjur,” Jelasnya.

Dandim berpesan pada perayaan tahun baru 2020, masyarakat agar lebih berwaspada akan potensi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Mengingat cuaca ekstrem mulai tampak terlihat merundung wilayah Kabupaten Cianjur.            

“Kami mengajak semua pihak untuk mewaspadai terjadinya bencana alam, baik itu tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung,” pungkasnya.[050-HAG]