CIANJUR, [bhayangkaranews.id] - Jajaran Polres Cianjur memastikan tidak adanya kegiatan penyambutan tahun baru di Kabupaten Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai menegaskan, bahwa jajarannya akan menindak tegas setiap perayaan malam tahun baru yang menimbulkan kerumunan massa.

Tindakan tersebut, untuk mencegah meningkatnya penyebaran dan penularan Covid-19 di wilayah Cianjur.

“Selain itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk melakukan penyekatan di sejumlah tapal batas, terutama yang dari arah Jakarta, yaitu di kawasan Puncak, Cipanas,” ujarnya.
 
Tidak hanya penyekatan, para wisatawan atau pendatang yang masuk ke wilayah Cianjur akan di lakukan pemeriksaan test antigen atau PCR sebagai upaya pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19.

“Sedikitnya 50 personel gabungan TNI-Polri juga akan kami siagakan di setiap lokasi wisata, sehingga keamanan masyarakat terjamin,” ungkapnya.

Selain itu, patroli skala besar juga akan terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan yang berpotensi menjalankan aksinya saat menjelang atau pada hari perayaan natal 2020 dan tahun baru 2021.

Diketahui dari data yang terhimpun dari Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur, saat ini perkembangan kasus Covid-19 sudah mencapai 1.095 orang yang terkonfirmasi positif. Pemkab Cianjur telah dan akan melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur saat ini sudah 1.095 yang terkonftrimasi,” terangnya.         

Selain itu dr. Yusman Faisal selaku Juru Bicara Pusat Informasi Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur.

Mengungkapkan, bahwa untuk mengantisipasi adanya penambahan kasus, langkah dari Pemkab Cianjur pertama dalam menghadapi libur tahun baru akan mencoba memperketat beberapa titik yang menjadi pusat keramaian.

“Kemudian yang ke dua sudah dilaksanakan dari minggu kemarin itu melakukan desinfeksi secara luas dan diikuti oleh semua kecamatan,” paparnya.

Lanjutnya, gebyarnya memang masih di kabupaten dan nanti diikuti oleh kecamatan. Itu terus dilaksanakan minimal setiap tiga hari sekali, terutama desinfeksi di tempat-tempat atau gedung tertutup atau di dinas, baik di kecamatan dan desa, maupun di semua kantor.

“Jadi fokusnya memang di dalam gedung. Untuk perayaan tahun baru, kami mengimbau masyarakat harus menyadari dulu bahwa memang Covid-19 ini ada dan nyata, serta memang sudah di depan mata,” paparnya.

Selain itu, ia menyebutkan memang banyak kejadian di depan mata dan memang akibat dari kerumunan, serta harus diingat, bahwa rumah sakit dan pusat isolasi saat ini sudah penuh.
“Jadi ketika ada yang terkonfirmasi yang baru, kita akan sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. [050-HAG]