CIANJUR, [bhayangkaranews.id] - Dari informasi yang disampaikan oleh AKP  Faisal Rafly,  Selaku Kapolsek Mande menjelaskan bahwa ketiga oknum wartawan tersebut harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Dimana diketahui bahwa ketiga oknum wartawan itu masing-masing berinisial ASD bersama dua orang rekannya yakni YP dan EZ kepergok warga pada saat hendak mencuri anjing peliharaan milik salah seorang Kepala Desa pada  Sabtu 12/12/20. siang.

“informasi yang kita dapatkan para oknum itu merupakan warga Cianjur, mereka memiliki kartu identitas Lembaga Agent Rahasia (LAR) CJR, sedangkan masa berlaku kartu tersebut, tertera 1 November 2020. Kemarin siang mereka beraksi menggunakan mobil jenis Suzuki Swift berwarna hitam ber NOPOL B-1253-TES,” jelasnya.

Menurutnya, akhirnya ketiga oknum tersebut berhasil di amankan oleh Polsek Mande Polres Cianjur dari amukan massa dan harus berurusan dengan polisi.

“Akhirnya mereka bertiga langsung membuat perjanjian di kantor Polisi untuk tidak menggulangi perbuatannya,” paparnya.

Kasus pencurian tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Mande, Polres Cianjur, AKP Faisal, setelah menerima laporan dari warga.

“Telah terjadi dugaan pencurian satu ekor anjing pemburu babi hutan. Di duga mereka mencampur makanan dengan obat bius lalu diberikan kepada anjing peliharaan milik Heri Kades Kutawaringin Kecamatan Mande. Saat diamankan AD mengalami luka pada bibirnya,” jelas AKP Faisal.

Akhirnya mereka para oknum wartawan tersebut di bebaskan bersyarat dengan membuat pernyataan untuk tidak menggulangi perbuatannya. Sementara keterangan saksi mata Suryana (35) warga sekitar, mengatakan ditangkapnya ketiga orang tersebut, setelah warga mengintai gerak-gerik mencurigakan dari para pelaku. Kecurigaan warga terbukti, setelah memberi makan anjing berburu milik kepala desa, tiba-tiba anjing tersebut pingsan.

Pelaku yang hendak membawa anjing tersebut, langsung ditangkap warga, sehingga ketiganya nyaris babak belur dihajar masa, beruntung petugas dari Polsek Mande, datang ke lokasi dan langsung menggelandang ketiganya.

"Saat ditangkap tangan oleh warga, mereka berdalih bukan pencuri dan mengaku wartawan sambil mengeluarkan kartu identitas. Warga tidak percaya begitu saja karena kartu identitasnya banyak tidak hanya satu, sehingga warga tidak percaya kalau mereka wartawan," katanya.

Ketua PWI Cianjur M Iksan mengutuk keras aksi yang dilakukan tiga orang pencuri yang mengaku sebagai wartawan tersebut, karena selama ini wartawan bekerja sesuai kode etik dan tidak akan berani melanggar hukum, bahkan ketiga orang yang ditangkap polisi bukan anggota PWI Cianjur.

"Kami minta agar kasusnya diusut hingga tuntas, ini jelas mencoreng profesi wartawan yang selama ini bekerja sesuai kode etik dan dilindungi undang-undang. Kami menegaskan kalau mereka oknum bukan anggota PWI, kami akan mempertanyakan kartu identitas yang dipakai apakah asli atau dibuat sendiri," katanya. Pungkasnya  [052-HAG]