Aceh, [bhayangkaranews.id] - Masa Persidangan DPR Aceh tahun 2020 Dengan Agenda Pembahasan Rancangan Qanun tentang APBA 2021 yang mulai dilaksanakan pada tanggal 25 November 2020 di Gedung Utama DPR Aceh dan tahapan ketiga yaitu penyampaian pendapat akhir Fraksi-Fraksi DPR Aceh pada hari Senin 30 November 2020.       

Dalam pembukaan masa persidangan, Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT mengajukan usulan RAPBA Rp 16,990 triliun untuk tahun anggaran 2021.

Dalam pidato Pengantar Nota Keuangan RAPBA 2021, Nova Iriansyah mengatakan, untuk tahun 2021 Pemerintah Aceh mengajukan usulan belanja pembangunan Rp 16,990 triliun. “Belanja pembangunan yang kami ajukan tahun depan itu bila dibandingkan dengan belanja tahun ini Rp 15,8 triliun, meningkat sebesar 7,35 persen,” kata Nova.

Belanja pembangunan sebesar Rp 16,990 triliun akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan empat program prioritas tahun 2021, yang sudah diharmonisasikan dengan 15 program unggulan Gubernur Aceh periode 2017-2022.

Adapun empat program prioritas itu, pertama mendorong pemulihan agroindustri dan pemberdayaan UMKM, kedua peningkatan SDM yang berdaya saing, ketiga penguatan ketahanan dan kemandirian pangan, dan keempat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Belanja pembangunan senilai Rp 16,990 triliun itu sebelumnya sudah disepakati dan diteken bersama dengan keempat pimpinan DPRA  pada sidang paripurna penandatanganan bersama dokumen KUA dan PPAS 2021,  Jumat (20/11/2020) pekan lalu.

Usulan belanja sebesar itu, kata Nova Iriansyah, didasari dari perhitungan target pendapatan tahun depan sebesar Rp 14,183 triliun. Di antaranya dari sumber dana transfer pusat senilai Rp 11,754 triliun, pendapatan asli Aceh (PAA) Rp 2,4 triliun, dan pembiayaan atau perkiraan silpa tahun 2020 ini sekitar Rp 2,887 triliun


“Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan DPR Aceh Dengan Agenda Pembahasan Rancangan Qanun tentang APBA Tahun Anggarfan 2021 akan dilaksanakan setelah adanya hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri R.I”, tegas Dahlan Jamaluddin  [066-M]