Biro Kutacane, [bhayangkaranews.id] Aktivis lumbung informasi rakyat (LIRA) M.Saleh Selian kembali angkat bicara, terkait ratu pil ekstasi 100 butir yang kini daftar pencarian orang (DPO) diduga bebas berkeliaran. Mereka DPO setelah pengembangan terhadap seorang tersangka berinisial IS yang ditangkap Sat Res Narkoba Polres Aceh Tenggara di Desa Kuta Ganjang Kecamatan Babul Makmur Aceh Tenggara persisnya areal perkebunan sawit milik masyarakat pada Minggu (9/8/2020) lalu, dalam razia itu ditemukan barang bukti berupa tiga bungkus pil ekstasi berjumlah 100 butir kata M.Saleh Selian pada wartawan ,Kamis (10/12/2020).
 
Dijelaskannya, sedangkan tersangka ratu pil ekstasi tersebut berinisial RE, ia berhasil melarikan diri bersama teman prianya FJ, namun kini mereka terus bebas berkeliaran,sampai saat ini diduga  tidak ada upaya penangkapan oleh Satreskoba Agara. Padahal ratu pil Ekstasi tersebut hampir setiap hari live di medsos FB, bahkan diduga sering live  bepergian menggunakan mobil pribadi melalui jalur darat yaitu, Gayo lues- Kutacane menuju Sumatra Utara seolah-olah tidak ada masalah lagi sehingga menjadi tanda tanya bagi pemerhati medsos khususnya publik Aceh Tenggara .
 
Hal ini sangat mustahil tidak bisa ditangkap, mengingat alat pendeteksi pengguna medsos saat ini dimiliki Polri sangat canggih, kalau memang pihak satnarkoba Agara serius menangkap ratu pil ekstasi tersebut, kenapa tidak meminta bantuan kepada Polda Aceh untuk mendeteksi keberadaan DPO tersebut. "Artinya jangan hanya beretorika pemberantasan narkoba menangkapi pemakai atau korban narkoba saja, seraya berharap kepada Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Wahyu Widada agara mengevaluasi kinerja kasat narkoba Agara tutup Saleh Selian.
 
Di tempat terpisah ketika dikonfirmasi Kasat Narkoba Polres Agara Ipda Hendri Andreas Ginting pada Kamis (10/12/2020) via WhatsApp mengatakan, kita masih tetap mencari DPO tersebut, karena mereka ditetapkan DPO setelah satu hari setelah penangkapan rekanya berinisial IS, saya berharap kepada seluruh elemen untuk kerja samanya untuk penangkapan DPO tersebut singkatnya. [066-M]