TASIKMALAYA, [bhayangkaranews.id] akibat kan curah hujan yang tinggi desa Tanjung sari kc sukaresik KB Tasikmalaya di rendam banjir ,atas meluap nya dua sungai Citanduy dan Cikidang yang tidak kuat menahan deras nya air hujan maka air pun masuk ke pemukiman warga sampai ketinggian air satu setengah mtr  14/1/2021.

Amas selaku kades tanjung sari menuturkan dalam banjir kali ini desa Tanjungsari kecamatan sukaresik emang setiap curah hujan tinggi pasti desa Tanjungsari bajir dikarenakan dua sungai yaitu sungai Citanduy dan cikidang yang selama ini belum ada normalisasi dari pemerintah kabupaten atau propinsi .

naik nya air ke pemukiman warga sekitar jam 11 malam tadi sampai ketinggian satu meter lebih aktivitas jalan utama pun tidak bisa di lewati karna air terlalu dalam kendara roda dua atau roda empat  pun bisa mogok di tengah jalan.

tambah kades alhamdulilah untuk penanggulangan banjir kali ini kami di bantu BPBD Polsek sukaresik serta koramil 1206 pagerageung untuk monitoring dan epakuasi warga yang terdampak banjir ,yang terdampak banjir ada empat kedusunan masalah kerugian terdampak banjir di masarakat belum bisa di prediksi  di karnakan air masih menggenangi pemukiman warga kerugian di masarakat.

harap nya kami kepada perintah untuk segera menangani  normalisasi atau penyodetan sungai Citanduy dan Cikidang agar curah hujan tinggi demit air deras pun lancar agar tidak mengakibatkan banjir lagi .

kami selaku kades bekerja sama dengan TNI /polri serta BPBD kabupaten tasik dan daerang akan membuka posko bencana dan damur umur  untuk membatu terdampak banjir,serta akan trus pantau antisipasi bila hujan turun kembali .pungkas

di tempat yang sama ketua BPBD kabupaten Tasikmalaya mengatakan kita alhamdulilah untuk menangani masalah bajir di desa Tanjung sari kami sudah berupaya dengan gubernur dan wakil gubernur untuk menormalisasi dan penyodetan antara sungai Citanduy dan Cihanjuang

 Di waktu ke belakang pun kami sudah datang kan alat berat untuk eksekusi sungai tersebut malah sampai empat hari  tapi disitu ada hambatan barangkali kurang  mis komunikasi dengan masarakat dari pemerintah daerah terutama desa dan kecamatan maka kami alat tersebut di balikin kembali ,

walau pun sedemikian mungkin pemerintah akan tetap berupaya dan berusaha untuk menormalisasi sungai tersebut kami juga, untuk masarakat harus paham karna ini demi kepentingan bersama ,karna ini bukan proyek kaya lewikeris ,menurut undang undang bantaran tersebut milik BBWS jadi tidak ada gantirugi  ,pungkas BPBD  [048-HB]