CIANJUR, [bhayangkaranews.id]  - Diawal tahun 2021 Duka kembali dirasakan oleh warga Cianjur dimana  Satu keluarga tenggelam di Bendungan PLTA Cirata, tepatnya di Kampung Pasir Wetan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta pada Jumat (1/1/2021) sekitar jam 10.00 Wib.

Mochmad Irfan Sofyan, selaku Sekertaris BPBD Kabupaten Cianjur,  menyatakan, bahwa ketiga korban itu berinisial HIS (21), EH (23), dan MZA (1,5). Menurutnya, berdasarkan  informasi di lapangan korban HIS alias Badar saat tenggelam sebenarnya tidak menaiki perahu.

“Ia tidak naik perahu, namun menunggu di tepi kolam,”  pada Sabtu 2/1/21.

Lanjutnya,Setelah melihat perahu tenggelam, kemudian Badar pun berniat akan menolong korban dengan berenang ke tengah kolam. Namun nahas, tidak lama kemudian Badar pun ikut tenggelam dan meninggal dunia. Irfan menuturkan, upaya penanggulangan korban tenggelam, tim BPBD beserta mobil ambulans Desa Cidadap menjemput korban di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta.

“Lalu diserahkan kepada keluarga korban di kantor BPBD Kabupaten Cianjur. Kemudian ketiga korban tersebut dibawa ke rumah duka di Kecamatan Campaka,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga tenggelam di Waduk Jangari, pada Jumat (1/1/2021). Diketahui korban merupakan pasangan suami istri dan seorang balita yang merupakan warga Kampung Cikekep, RT 06/RW 03, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Kepala Desa Cidadap, Budiman, membenarkan peristiwa tenggelamnya pasangan suami istri dan seorang balita tersebut. Korban tenggelam sekitar jam 10.00 Wib.

“Betul bang, korban merupakan warga Desa Cidadap, kebetulan tetangga rumah,” paparnya kepada Cianjur Today, Jumat (1/1/2021).

Budiman menuturkan, menurutnya korban pada saat tenggelam akan mengunjungi saudaranya yang ada di Bendungan Palumbon, Jangari. Diketahui saat tenggelam korban sedang menaiki perahu tongkang.

“Keluarga korban mempunyai kolam ikan di tengah Waduk Jangari. Mereka sekeluarga ada yang naik bargas dan perahu tongkang, korban yang tenggelam menaiki perahu tongkang,” ujarnya.

Ia mengatakan, korban yang tenggelam ada tiga orang merupakan pasangan suami istri, suaminya berinisial HIS (21), istri EH (23) dan anaknya yang masih balita MZA (1,5).

“Korban yang sudah ditemukan baru istrinya, belum ada informasi lagi pada saat ditemukannya sudah dalam keadaan meninggal atau pun selamat. Sedangkan yang masih dalam pencarian yaitu suami beserta anaknya,” terangnya.

Dirinya beserta anggota Retana Desa Cidadap akan berangkat untuk melakukan pencarian korban.

“Sekarang akan menuju lokasi kejadian, mudah-mudahan korban segera ditemukan,”  Pungkasnya. [050-HAG]