CIAMIS, [Bhayangkaranews.id] -  timbul kegaduhan di tengah masarakat kp cibeurem desa tanjungmulya kecamatan panumbangan kabupaten Ciamis terkait tukar guling sebidang  tanah wakaf masarakat yang dilakukan oleh kadus Totong  dengan tanah pribadi 16/3/2021

Menurut keterangan salah satu sumber masarakat yang enggan  disebutkan namanya di  kp ciberem menerangkan  "tanah itu pada dasarnya dari hibah H muharam yang di serah kan atau di wakap kan untuk aset dusun  masarakat ciberem seluas ratus bata ,uajar nya

Yang dua puluh bata Di kasihkan  ke yang ngurus nya, jadi  sisa nya delapan puluh bata yang delapan puluh bata  sekarang di tukar guling menjadi enam bata  dengan bapa nya lurah totong yang sekarang lurah baru

Lanjut warga, jadi kegaduhan di tengah masarakat tanah yang 80bata menjadi 6 bata , tanah itu di tukar guling dengan  tanah pribadi tampa sepengatahuan masarakat  serta mantan lurah yang memegang setipikat nya ,kata nya  peruntukan untuk posyandu sekarang pun pos yandu nya masih  baru pondasi padahal kami pun sebagai masarakat banyak yang menolak dengan ada tuker guling tersebut karna tidak sesuai dengan ke inginkan masarakat kp cibereum,tegas nya

Dengan ada nya tukar guling  dengan dalih udah dirapat kan dengan segelintir orang kata nya ,ini udah ada SPPT sebagai tanda bukti sedang kan SPPT itu cuman surat pajak ,

Sementara surat setipikat nya  masih ada di matan lurah yang di berikan amanah oleh H muharam , belum di serah kan dengan ada nya tukar guling tanah wakap ini, yang menjadi heran kenapa  pemegang setipikat nya tidak dilibatkan tau tau sudah ada kesepakatan tukar guling ,terang warga

Sementara, lain hal nya dengan pengakuan kadus Totong waktu di kompirmasi di desa tanjungmulya yang di saksikan oleh kepala desa Ir Ajat dan tokoh masarakat mengatakan kepada beberapa awak media kami pribadi dengan ada nya isu ini kami merasa kaget, kami awal bekerja sesudah dilantik kami pun merasa hormat kepada ibu mantan kadus ibu eis,ucap kadus 

Masih kadus totong ,,bu kami awam sebelum kami bekerja  barangkali ada aset "  kami sampaikan ke bu eis dengan  ada jawaban tidak ada apa apa pa kadus ,itu jawaban dari mantan kadus waktu kami sampaikan .

Masalah tanah itu ada seratus bata yang dua puluh bata diserahkan ke yang mengelola iya adalah mertua saya dan Kaka saya dari dulu juga ,yang delapan puluh bata di serah kan ke masarakat untuk aset warga masarakat  , di amanah kan dulu ke mantan kadus ibu eis,terang kadus

Masalah ada nya sertupikat di mantan kadus kami tidak tau bahwa tanah itu ada sertupikat nya ,apa lagi ada di mantan kadus ibu eis

Dengan ada tukar guling ini untuk perencaan pembangunan posyadu serta sudah dirapatkan malalui musdus musawarah dusun 

Ada pun beberapa pohon  berupa kayu yang sudah di tebang yang kami jual  mungkin itu sudah merasa ada hak dalam serah terima tukar guling tersebut,jelas nya

Trus sekali lagi untuk sertupikat yang ada di mantan kadus kami tidak tau sama sekali bahwa tanah itu ada sertupikat nya.kata kadus

Ditempat yang sama tokoh masarakat  enesial  j dengan ada nya isu ini kami tidak tau ,cuman kami ada impo ada porum rapat RT/RW  itu juga kami tidak tau apa materinya yang mau di bahas di porum tersebut,

Sedang kan menurut mantan kadus dan masarakat   tukar guling sebidang tanah itu  tidak sah karna orang yang bersangkutan tidak di libatkan ,apa lagi ada beberapa kayu di atas tanah wakaf yang sudah di tebang  serta  di jual ,maka kami sebagai masarakat  akan mengajukan kepihak berwajib untuk di tindak lanjut masalah ini.singkat mantan kadus.  [048-H]