TULANG BAWANG, (Bhayangkara News] - Ketua Forum Pewarta GALA Mengecam Keras Tindakan Arogan Kepala Kampung Panggung Mulyo Kepada Awak Media.Tulang Bawang--Aroganya Sikap Kepala Kampung Panggung Mulyo Kepada beberapa awak media kemarin membuat beberapa ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan beberapa ketua forum Jurnalist yang ada di Kabupaten Tulang Bawang geram.Rabu 1/4/2021

Salah satunya adalah ketua Forum Pewarta Gedung Aji Lama,Budi Darmawan merasa geram dan mengecam keras tindakan yang di lakukan oleh kepala kampung panggung mulyo Dewa akit kepada beberapa awak media kemarin.Budi mengatakan bahwa tindakan Dewa akit sudah melecehkan dan merendahkan profesi Jurnalist yang mana tugas fungsinya adalah sebagai pencari dan pemberi informasi kepada publik."Saya sangat menyayangkan dan mengecam keras apa yang sudah di lakukan oleh Dewa akit kepada beberapa awak media kemarin,termasuk saya"kata Budi.

"Tindakanya yang arogan dan perkataannya sudah melecehkan dan merendahkan profesi Jurnalist,sikapnya tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin"tambah Budi.Diberitakan sebelumnya bahwa;Seorang kepala kampung sebagai pemegang jabatan publik di suatu desa/kampung seharusnya bisa memberikan contoh dan sikap yang baik kepada semua orang karena jabatan kepala kampung rentan sekali berhadapan dengan orang,baik itu masyarakatnya,atasanya,insan pers maupun masyarakat umum.(Selasa 31/3/2021)

Tapi lain halnya dengan kepala kampung Panggung Mulyo Kecamatan Rawapitu Kabupaten Tulang Bawang Lampung,Dewa Alit Sa'at dikunjungi beberapa awak media untuk mengkonfirmasi terkait realisasi pengelolaan Dana Desa pada tahun 2020,

Dewa Alit marah tidak terima dan menunjukkan sikap aroganya dengan menunjuk-nunjukan tangannya kepada awak media yang seolah-olah menantang dan tidak terima kalau dirinya di rekam dalam konfirmasi tersebut.Sangat disayangkan sekali sikap seorang kepala kampung tersebut dengan gaya seperti seorang preman apalagi kejadian tersebut ada bapak camat I Putu Dada, Bhabinkamtibmas,Bhabinsa dan aparatur kampung lainnya.

Disini kami menilai kepala kampung Dewa alit tidak memahami tentang Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UUD KIP) dan tugas fungsi dari seorang jurnalis itu apa.

Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti tanpa jaminan keterbukaan Informasi Publik.Sedangkan Pers di Indonesia, pers diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dalam pasal 2 butir 1 dan 2 disebutkan bahwa:"Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial..(102-D)