Tangerang,27 Mei.2021 [bhayangkaranews.id]

Lembaga gema banten dan LAI (LEMBAGA ALIANSI INDONESIA), meminta kepada TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan ) untuk tidak lagi memakai oknum supalayer yang nakal,di dalam pndistribusian bansos BPNT atau PKH di wilayah kecamatan Mauk.


lembaga gema banten dan LAI menuturkan kepada awak media bhayangkaranews.jika pihakanya telah menemukan dugaan kesengajaan yang di lakukan oleh oknum suplayer hingga terjadi beberapa kali,hal ini tidak bleh terjadi,dan TKSK harus berani menindak tegas atau tidak lagi memakai oknum suplayer yang nakal,karena masih banyak suplayer yang bisa di andalkan dan menjalin komitmen untuk menciptakan dan memberikan item bansos BPNT yang baik.

romli selaku anggota lembaga gema banten sangat menyayangkan jika hal ini di diamkan,romli pun menuturkan jika pihak nya sudah bertanya kepada TKSK wilayah mauk,dan beliau mengutarakan jika pihak TKSK sudah sering di bohongi oleh pihak supalyer ,di dalam percakapan pesan chat Wa,

 romli menambahkan mungkin jika saat itu lembaga gema banten dan LAI tidak turun di dalam pengawasan di dalam pendistribusian di wilayah desa marga mulya kecamatan mauk,diduga ada item beras yang berkutu yang akan tetap di salurkan kepada KPM,

gema banten dan LAI sangat tegas meminta kepada TKSK wilayah kecamatan mauk untuk meng evaluasi oknum suplayer yang diduga nakal,dan mengganti dengan suplayer yang lebih baik,agar terciptanya pendistribusian yang baik dan KPM dapat menrimah hak nya sebagaiman yang di harapkan oleh pemerintah.

ingat ada pedum yang dapat menjadi acuan didalam program bansos BPNT,dan TKSK harus tegas dan cermat di dalam tugas pengawasan. [ TH-052]