Diketahui bersama bahwa baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam penanganan Covid-19. Begitu juga rencana menunda belajar atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena adanya lonjakan kasus.


“Untuk wilayah Jawa barat khususnya Kabupaten Cianjur kami liat zonasinya dulu. Jika memang kampung atau desa tempat sekolah tersebut tidak ada yang positif, boleh dilaksanakan PTM dengan izin dari beberapa pihak terkait,” ujarnya kepada media, saat berkunjung ke RSUD Cianjur, Selasa 22/6/21.


Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, belajar tatap muka atau PTM diundur karena adanya lonjakan kasus Covid-19. Padahal awalnya simulasi akan dilakukan pada akhir Juni 2021.


“Awalnya PTM akan dilakukan simulasi pada akhir Juni, tapi sesuai arahan dari Gubernur Jawa Barat di tunda sampai waktu yang belum ditentukan. Namun sesuai zonasinya aja, jika lokasi tersebut aman, kami perbolehkan PTM,” jalasnya.


Ia mengatakan, bahwa kasus Covid-19 di Cianjur saat ini berada diangka 6.189 orang yang terkonfirmasi positif, dengan pasien sembuh sebanyak 5.327 orang.


Sejak beberapa pekan lalu muncul beberapa klaster baru. Mulai dari klaster pengajian, hajatan pernikahan, hingga puskesmas.         Sesuai zonasinya aja jika lokasi tersebut aman, kami perbolehkan PTM dilakukan. Namun jangan sampai nanti muncul klaster sekolah, karena kita memaksakan untuk menggelar PTM di tengah lonjakan kasus,” tambahnya.


Lanjutnya, Pemkab Cianjur terus melakukan vaksinasi kepada guru dan pengadaan sejumlah fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan belajar tatap muka atau PTM nantinya.


“Sambil menunggu PTM bisa digelar, kita siapkan fasilitas penunjang hingga vaksinasi. Sehingga kalau sudah dibolehkan PTM, fasilitas kesehatan dan persiapan lainnya sudah memadai,” pungkasnya. (050-HAG)