CIANJUR [bhayangkaranews.id] - Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur. Kedatangan tersebut bukan tidak memiliki tujuan penting. Ternyata, Itjen Kemenkumham datang dengan tujuan untuk penguatan dan pembinaan pembangunan integritas dari Yogyakarta hingga Kabupaten Cianjur yang masuk kerisidenan Bogor Raya. Cianjur dipilih karena salah satu Lapas di Indonesia yang menerapkan pembinaan secara pesantren.


Meskipun, di rutan maupun lapas di tempat lain ada, hanya saja pembinaannya tidak se-intensif Lapas Cianjur hingga memiliki kelas untuk pembelajaran keagamaan hingga menerapkan kurikulum dengan guru yang tetap. Hingga progresnya dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) dapat terlihat.


“Awalnya saya tidak menduga ada lapas seperti ini, ternyata Lapas Cianjur pembinaannya seperti pesantren, sehingga ini bisa menjadi role mode atau percontohan bagi lapas lainnya,”


Lanjutnya, penerapan ini bisa menjadi modal untuk WBP setelah selesai menjalani masa tahanan dan kembali ke masyarakat dengan modal keagamaan bisa menjadi tenaga pengajar maupun pengurus masjid.


“Saya tadi berjumpa dengan Mama Lapas, itu setiap WBP yang menuntut ilmu mendapatkan sertifikat yang nantinya bisa dipergunakan dan ditunjukan kepada lingkungan sekitar serta bisa menjadi ustadz maupun pengurus masjid. Saya rasa itu bisa menjadi contoh untuk yang lainnya,” pungkasnya. (050-HAG)