TASIKMALAYA [bhayangkaranews.id] - Pekerjaan tower yang ada di dusun cijemit desa Bugel kecamatan ciawi kabupaten tasikmlaya menuai polemik di tengah  masarakat karna  ada dugaan belum ngantongi izin IMB dari pihak dinas perizinan kabupaten Tasikmalaya 12/6/2021


Menurut sekdes desa Bugel waktu di pinta keterangan terkait pembangunan tower tersebut mengatakan bahwa tower itu sudah minta ijin dari desa serta udah bersosialisasi kemasarakat setempat dan kecamatan pun sudah memberikan rekom kepihak tower tersebut ,kata nya


Di tempat lain menurut camat ciawi asep  menyanggah  waktu di kompirmasi, untuk di pinta keterangan lewat wasaup hp selurer ,itu bukan izin tapi itu Rekomendasi untuk  pihak perusahaan  tindaklanjut ke tingkat kabupaten karna surat izin belum di tempuh sepenuh nya jadi pembangunan tower tersebut di berhentikan dulu menunggu surat izin nya yang belum jadi  lagi di urus belum sempurna ,ujar camat

 

 Dani lmp ,,Masalah ,,kenapa tower di berhentikan oleh pamong praja dikarenakan berdasarkan hasil dari lapangan dan hasil dari yang punya tanah itu dugaan belum punya ijin IMB serta belum  di bayar dari pihak perusahaan, dan ada pun dari pihak kecamatan  ada tanda tangan kecamatan itu bukan ijin tapi itu rekomendasi untuk tindaklanjut untuk ke kabupaten  ,p camat mengatakan ke pihak perusahan kalau belum ada IMB Jangan dulu di kerjakan.itu kata camat 

.

Dan kami pun dari semua lembaga yang ada di tasik Utara menyoroti pekerjaan tower tersebut karna belum kantongi surat ijin sepunuh nya termasuk IMB ,kalau memberhentikan atau penyegelan itu bukan dari pihak lembaga tapi dari pihak polpp kabupaten ,ujar  Deni lmp 


Senada dengan pernyataan Juju selaku paman yang punya tanah membenarkan   ,bahwa ada nya penyegelan tower tersebut oleh pihak pol PP, dan  untuk  kontrak tanah dalam jangka waktu lima tahun  sebesar Lima puluh juta, itu juga kami mendapat kan impormasi belum di bayar ,kalau janjinya abis bulan kemarin tapi pada kenyataan nya sampai sekarang belum ,sampai pihak pol pp menyegel pekerjaan tower tersebut ,pungkas Juju.(HB 048)