Tulang Bawang-Bhayangkaranews.id
Diduga Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dijadikan Sarana Objek Politik Untuk Mencari Simpatisan berkepentingan dikampung.Hal ini terjadi di Kampung Yuda Karya Jitu Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung, Senin 19/07/2021.

Salah satu warga masyarakat setempat enggan sebutkan namanya, mengatakan, Pembuatan Sertifikat tanah PTSL dikampung ini memang ada mas, yang jelas tanah yang belum memiliki sertifikat dari Transmigrasi sebelumnya mas,

"Saya tidak tau mas, Pembuatan sertifikat pada tahun 2004 sebanyak 300 Buku, tapi yang terbit hanya 150 saja, sisa dari pada itu belum terbit sampai sekarang, jadi pengajuan untuk pembuatan sertifikat tahun 2021 tidak di perhitungkan lebih dahulu," ujarnya.

Kalau menurut saya mas, Transmigrasi awalnya itu hanya 500 kepala keluarga (kk) dibekali lahan 2 ha.terdiri dari 1/4 ha.lahan perumahan.lahan 1:3/4 ha.dan lahan 2:1. ha..dan semua itu sudah Ada sertifikat asli dari Transmigrasi.

Secara kesimpulannya 1000 Ha lengkap, kalau saja program yang ada sekarang, terlaksana dalam pembuatan sertifikat baru, berarti sertifikat yang sudah ada, tidak ada gunanya (alias tidak ada arti),"ungkap masyarakat.

Tempat terpisah selaku wakil Pokmas dimintai keterangan, Janus, mengatakan, saya tidak tau berapa jumlahnya, saya cuma wakil dari ketua, jadi saya tidak tau, karena belum dimusyawarahkan, mungkin setelah sertifikat baru ini nanti jadi, maka warga akan di kumpulkan dikantor desa,"ujar Janus nada lantang.

Saat dikonfirmasi selaku Kepala Kampung Yuda Karya Jitu Johanes Ginting, tidak ada ditempat.3/7/2021.

Kepada pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Tulang Bawang, Agar dapat meninjau kembali Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kampung Yuda Karya Jitu Kecamatan Rawajitu Selatan.

(DARMISI-102)