MEDAN  [bhayangkaranews.id] - Dirilis dari media Majalah Jurnalis, jurnalis dan para Profesi yang tergabung dalam Jurnalis Media Independen Sumatera Utara (JMI Sumut), mendesak Polres Nias Selatan segera menangkap tersangka pelaku pengerusakan rumah dan sepeda motor milik Karia WG Wartawan Majalah Jurnalis yang  diduga dilakukan oleh orang suruhan oknum Kepala Desa Hililaza berinisial PB dan insiden itu terjadi, Sabtu (24/7/2021) malam pukul 20.02 Wib.


Sementara itu, Ketua JMI Sumut, Fachrizal, SE didampingi Sekretaris T. Sofy Anwar dalam siaran Persnya, Senin (26/7/2021) siang di Medan.


Kami sangat prihatin atas kasus pengerusakan rumah dan sepeda motor serta pengacaman yang diduga dilakukan oleh orang suruhan oknum Kades berinisial PB terhadap Karia WG Wartawan Majalah Jurnalis di Kabupaten Nias Selatan.


Fachrizal berharap Polres Nias Selatan segera menangkap pelakunya dan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Karena wartawan merupakan aset negara dan wajib dilindungi, ujarnya.


Ditambahkan  Sekretaris JMI Sumut, T. Sofy Anwar, SH bahwa pengrusakan rumah serta sepeda motor milik, Karia WG wartawan Majalah Jurnalis yang dilakukan oleh orang suruhan diduga oknum Kepala Desa Hililaza berinisial PB, merupakan perbuatan kriminal. Apalagi sampai mengacam korban akan dibunuh.


Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka harus ditangkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku di indonesia.


Sebagai seorang Jurnalis yang bekerja mencari berita, seharusnya dilindungi oleh undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.


Apabila di dalam pemberitaan, seorang wartawan ada yang kurang berimbang atau sebelah pihak hendaknya dilaporkan dahulu ke atasannya atau pemilik media dengan membawa barang bukti yang dituduhkan tidak benar kepadanya.


Begitu juga sebaliknya apabila pemberitaan tersebut tidak ada jalan keluarnya bisa dilaporkan ke Dewan Pers atau lembaga wartawan yang berkompeten tentang wartawan tersebut. Bukan mencari jalan keluar sendiri dengan cara menghakimi Wartawan. Apalagi sampai melakukan pengerusakan maupun pengacaman sampai mau menghilangkan nyawa orang lain.


Sebagai sosial kontrol ditengah-tengah masyarakat, sudah sepatutnya wartawan pencari berita mengumpulkan data terkait berita yang akan dituangkannya ke dalam pemberitaan di Media. Hanya saja wartawan itu perlu untuk mengkonfirmasi tentang kebenaran berita yang ditulisnya agar berimbang.


Namun sebagai jurnalis tidak luput dari kesalahan. Maka perlunya ada hak jawab bantahan berita dari seseorang yang merasa dirugikan nama baiknya melalui redaksinya. Apabila berita tersebut tidak benar atau kurang berimbang.


68e2b57c-7240-4edb-a16f-8fde0f338945
Sekretaris JMI Sumut, T. Sofy Anwar, SH


Sebagai seorang yang merasa dirugikan atas pemberitaan wartawan harus di kroscek dulu dimana letak kesalahannya. Agar tidak salah
 menuding wartawan sampai memberi informasi salah bahwa oknum Kades telah dimintai keterangan, di kantor Kajari Nias Selatan terkait dugaan korupsi.


Sebagai lembaga sosial kontrol, di bidang sosial, hukum dan pendidikan, JMI Sumut mendesak Polres Nias Selatan untuk menangkap pelakunya dan meminta keterangan para saksi untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya dan berharap tidak melepas tersangka sampai persoalan kasus pengrusakan rumah dan sepeda motor serta pengacaman terhadap wartawan Majalah Jurnalis tersebut dapat di selesaikan, tegas Sofy Anwar.



Diberitakan Majalah Jurnalis sebelumnya, bahwa Karia WG difitnah telah melaporkan oknum Kepala Desa Halilaza inisial PB ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan terkait dugaan korupsi Dana Desa tahun 2020.


Karia WG menyatakan bahwa dirinya tidak ada melakukan sesuai yang dituduhkan oknum Kades Halilaza bersama ketiga orang diduga suruhan kades. [Red]