Lampug Timur-TUBA-[Bhayangkara News]  Ditengah-tengah wabah pandemi covid-19 yang sedang melanda bangsa Indonesia dan dunia serta mengakibatkan dampak sosial ekonomi luar biasa di masyarakat, justru berbeda kabar yang memprihatinkan yakni adanya dugaan pungutan biaya bagi siswa didik baru Tahun 2020-2021 yang di lakukan oleh salah satu sekolah SMP N 01 Sekampung Udik kabupaten Lampung Timur melalui Komite sekolah.


Perihal kabar tersebut data yang berhasil di himpun oleh awak media dari salah satu orang tua siswa didik baru setiap siswa diharuskan membayar Rp.1080,000,-/siswa ,adapun dalihnya atas nama Komite sekolah,"katanya.


Kamipun mencoba mendatangi sekolah SMP N 01 Sekampung Udik, pada Selasa 2/11/2021 yang lalu guna untuk konfirmasi, kepada kepala sekolah yang berinisial EN, tapi sangat di sayangkan kepala sekolah masih ada acara rapat di  Sukadana dan kami di arahkan supaya bisa keruang Wakasek Suyadi, namun beliau juga menerima kami tdk bisa lama lama, kamipun minta waktu hanya lima menit, kami mengajukan minta dijadwalkan bisa ketemu ibuk Kep Sek.En.

Wakasek ini minta bocoran sedikit dengan kami dalam rangka apa mau ketemu langsung dengan kepala sekolah kamipun memberikan bocoran tersebut kepada Suyadi diantara nya terkait dengan apa yg sudah diceritakan narasumber terkait besarnya pungutan disekolahan sebesar Rp 10,80.000,-dan itu diakuinya oleh Suyadi, dengan uraian ini bukan kepala sekolah yg minta uang kepada siswa itu wewenang nya komite sekolah,"tegas Suyadi kepada kami.


 Awak media pun pertanyakan besarnya nominal uang yang harus dikeluarkan oleh orang tua siswa dengan rincian.untuk sampul rapot sebesar Rp 50.000,-x 223 siswa kelas V11 dan untuk baju seragam sebesar Rp.750.000,-/3 stek seragam, kemudian sumbangan untuk pembangunan aula sekolah sebesar Rp.250,000,- per siswa dan itu yg baru dapat penjelasan dari Suryadi Wakasek SMPN 01 Sekampung Udik kepada kami beberapa waktu yang lalu.

 Sayangnya jadwal yang kami ajukan untuk bisa konfirmasi dengan ibuk EN Kep Sek tersebut sampai berita ini diterbitkan kami tidak ada jawaban bahkan lewat WhatsApp dan coba hubungi lewat via telpon tidak juga mau diangkat.
 

Harapan ini atas nama beberapa orang tua siswa meminta agar intansi terkait bisa menindak lanjutkan berita ini mulai dari Investorad Daerah Lampung Timur dan intansi terkait, karena ini masa pandemi selama dua Tahun, masyarakat kita betul betul terjepit dalam keadaan ekonominya, bahkan Gubernur Lampung mengeluarkan surat edaran dan mengharamkan uang hasil tarikan disekolah.kita ketemu di edisi berikutnya.


[DR/102]