Medan [bhayangkaranews.id], Salah satu penyebab terjadinya tawuran antar remaja adalah karena kurangnya komunikasi inter personal antara orangtua dan anak di rumah. Hal itu membuat remaja yang umumnya tengah mencari jati diri, lebih nyaman bersama teman-temannya di luar rumah, ketimbang berkumpul bersama keluarga.

Hal itu ditegaskan Ketua Forum Komunikasi Jurnalis dan LSM Medan Labuhan Wilmar Napitupulu Menurutnya perkembangan teknologi yang pesat juga memutus ruang komunikasi antara anak dan orangtua di rumah. 

Perkembangan gadget membuat orangtua sibuk sendiri di rumah dan mengabaikan anak.

"Perubahan zaman mendorong perubahan tuntutan sehingga peran keluarga pun berkurang. Tetapi, kami tidak menyalahkan siapa-siapa, justru berupaya mencari langkah terbaik bagi semua. Tidak ada istilah terlambat," kata Wilmar di Selasa (23/11/2021).

Wilmar Napitupulu menambahkan, dunia cyber menciptakan kondisi di mana masing-masing anggota keluarga lebih asyik bermain gadget. Anak pulang sekolah tidak disambut dan disapa keluarganya. Mereka pun akan merasa sendirian di rumah.

Wimar bersama pengurus dan anggota Forum Komunikasi Jurnalis dan LSM akan menyoroti kegiatan pelaku usaha internet yang ada di kelurahan Tangkahan yang sampai larut malam dan juga melanggar aturan pemerintah.

Lanjut, Ketua Forum Komunikasi Jurnalis dan LSM Medan Labuhan Wilmar  meminta kepada pemerintah setempat  agar dapat mengambil langkah tegas kepada Pemilik usaha internet yang diduga tidak mengantungi izin dan buka ingah larut malam ,Jika ini dibiarkan maka ini dapat memicu terjadinya aksi tawuran antar remaja.

Selanjutnya, Wilmar mengajak tokoh masyarakat , Agama, dan Pemuda agar berperan aktif dan bekerja sama dengan pihak keamanan, dan pemerintah setempat agar dapat melakukan upaya pencegahan aksi tawuran antar remaja.[red-BS]