Sebagai  sekolah penggerak SMAN - 4 Kisaran melaksanakan kegiatan " Implementasi Kegiatan Projek  Penguatan Profil Pelajar Pancasila " dengan mengambil tema Bangunlah Jiwa raga serta kearifan lokal",



Asahan-Sumut [bhayangkaranews.id], Kabupaten Asahan adalah merupakan salah satu Kabupaten yang sangat kental dengan budaya adat Melayu. Untuk itu Sekolah Penggerak SMAN - 4 Kisaran melaksanakan kegiatan " Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila " dengan mengambil tema " Bangun Jiwa Raga dan Kearifan Lokal ".

Kepala sekolah penggerak SMAN - 4 Kisaran Esmi Pohan M, Pd dalam kata sambutannya  dihadapan ratusan para pelajar dan tamu undangan lainnya mengatakan, "Sebagai  sekolah penggerak SMAN - 4 Kisaran melaksanakan kegiatan " Implementasi Kegiatan Projek  Penguatan Profil Pelajar Pancasila " dengan mengambil tema Bangunlah Jiwa raga serta kearifan lokal",  Sabtu ( 27 / 11 / 20021 ) di halaman SMAN - 4 Kisaran.



Adapun tujuan dilaksanakannya acara " Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar  Pancasila " dengan mengedepankan tema Bangunlah Jiwa raga serta kearifan lokal adalah dikarenakan Kabupaten Asahan adalah Kabupaten yang sangat kental nuansa budaya adat Melayu nya. Hal ini sangat perlu ditanamkan kepada seluruh siswa - siswi SMAN - 4 Kisaran, agar semua anak didik memahami tentang budaya adat Melayu. Dimana bumi kita pijak, disitu langit kita junjung. Jadi sudah sewajarnya sekolah penggerak SMAN - 4 Kisaran melalui tema Bangun Jiwa Raga dan Kearifan Lokal memperkenalkan serta mengajarkan  adat budaya Melayu agar seluruh anak didik dapat memahaminya", ujar Esmi Pohan

Salah seorang tokoh adat budaya Melayu Kabupaten Asahan Drs. Masdar  Adnan M.Pd,  saat memberi kata sambutan dan arahannya memaparkan, "  saya mengucapkan terimakasih kepada sekolah penggerak SMAN - 4 Kisaran yang telah menyelenggarakan kegiatan " Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila" dengan tema Bangun Jiwa Raga dan Kearifan lokal yang mengangkat Budaya Adat Melayu.

Kabupaten Asahan salah satu Kabupaten yang memiliki sejarah kuat dengan budaya adat Melayu, banyak tata cara serta keunikan dan keharmonisan yang didapat dalam budaya adat Melayu ".

Seperti salah satu contoh tentang budaya khataman Ayat Suci Al Qur'an dan acara  pernikahan budaya adat Melayu, dari zaman dahulu hingga sekarang dalam acara khataman Ayat suci Al Qur'an dan acara pernikahan orang Melayu tetap menerapkan adat budaya melayu. Hal ini sangat penting dan harus terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa, agar budaya adat Melayu terus dapat dipertahankan dan dikembangkan sampai ke generasi selanjutnya", tegas Masdar Adnan

Sebelumnya acara kegiatan " Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila " ini berlangsung, ketua panitia pelaksanaan kegiatan Hendrik Tambunan S.Pd  menjelaskan, kegiatan yang berlangsung ini mengambil dua tema, yang pertama Bangun Jiwa Raga yang dalam pembelajaran sehari harinya terkait tentang Perundungan ( Bullying ) dan tema yang kedua Kearifan Lokal dengan mengangkat budaya adat Melayu. Sebagai tenaga pendidik dan sesuai dengan program yang sudah di agendakan dari Sekolah Penggerak SMAN - 4 Kisaran terus berupaya memberikan terobosan terobosan baru serta meningkatkan inovasi bagi suluruh anak anak didik tampak hadir dalam acara " Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila "  ini Camat Kisaran Barat, Tokoh budaya Adat Melayu Asahan, Para guru guru pengajar dan Tata Usaha serta sebanyak 700 siswa siswi SMAN - 4 Kisaran. Acara juga diselingi dengan tarian khas budaya adat Melayu dan Tata cara khataman serta pernikahan budaya adat Melayu. ( JH )







Gambar : acara kegiatan Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila