Mesuji-Tulang Bawang-Lampung [Bhayangkaranews.id] PT. BSMI (perseroan terbatas barat selatan makmur investindo) dan PT. LIP ( perseroan terbatas lampung Inter pertiwi) di Kabupaten Mesuji, diduga melakukan pembodohan dan pembohongan, sehingga sangat merugikan pekerja. Rabu (10/11/2021).

Bermula dari salah satu karyawan PT. BSMI bernama Ampra Hadi, selain mengajukan pensiun diusianya lebih dari 55 tahun, juga karena merawat keluarganya yang sedang sakit, sehingga dia tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai pekerja lagi. Namun keinginan untuk pensiun sepertinya pupus, karena pengajuannya ditolak oleh pihak perusahaan dengan dalih usianya belum masuk masa pensiun.[11/11 07.39] Paman: Fauzi Syarif selaku Kabag personalia BSMI-PT. LIP berkantor pusat di Bandar Lampung menjelaskan melalui Memo dengan nomor : 105/BSMI-KP/F/I-A/XI/2021. Dalam pengajuan usia pensiun di atur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 pasal 56 Bahwa pada tahun 2021 usia pensiun adalah pada usia 57 tahun.

Sementara itu SYAHBANI KETUA DPC FSPSI KABUPATEN MESUJI senada dengan Miftahul Anwar selaku Ketua Pengurus Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (P.U.K F-SPPP SPSI PT. LIP GROUP) menyayangkan isi dari Memo tersebut.
[11/11 07.40] Paman: Harusnya sebagai seorang Kabag personalia sebagai seorang kepala bagian personalia senior yang berkantor pusat di Bandar Lampung, Fauzi Syarief lebih memahami Undang-Undang ketenaga kerjaan dan peraturan yang berlaku, sehingga dalam implementasinya dapat seirama dengan amanah UU tenaga kerja, bukan ngawur dan se-enaknya saja dalam menjelaskan atau menafsirkan peraturan dan perundang-undangan. 

"Kan sudah jelas, bahwa kita mempunyai salinan Peraturan Perusahaan tahun 2019 yang mengatur masalah usia pensiun itu 55 tahun bukan 57 tahun, " ucapnya
[11/11 07.41] Paman: Miftahul juga menjelaskan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 56 itu hanya mengatur pesangon pekerja yang memasuki masa pensiun, bukan mengatur masalah usia pensiun seperti apa yang ditafsirkan oleh Fauzi Syarief.

Hal tersebut dinilai miftah Ketua Pengurus Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (P.U.K F-SPPP SPSI PT. LIP GROUP) sangat merugikan pihak pekerja di PT.BSMI karena pembohongan dalam menafsirkan sebuah peraturan pemerintah Nomor 35/2021 pasal 56. 

"Saat ini serikat pekerja yang tergabung di SPSI PT.BSMI masih melakukan upaya perundingan Bipartit penyusunan draf Perjanjian Kerja Bersama (DRAF PKB) dan Struktur Skala upah pekerja yang dinilai belum manusiawi, " tutupnya.


             Darmisi/102