DELI SERDANG [bhayangkaranews.id] – Melanjutkan kasus pertanahan yang dialami Ibu Leginem yang dipaksa keluar dari rumahnya sendiri yang terjadi pada hari sabtu tengah malam kemarin (18/12) yang barang isi rumahnya dikeluarkan dari dalam rumahnya sendiri, masih menjadi tanda tanya natizen dan warga di sekitar lokasi kejadian rumah Ibu Leginem.

Dari meluasnya pemberitaan tentang Ibu Leginem yang bertahan di rumahnya sendiri, mengundang wartawan berbagai media untuk menelusuri malakukan investigasi keberlanjutan penyelesaian kisah nasib Ibu Leginem sejak barang isi rumahnya dikeluarkan secara paksa dari rumahnya oleh segerombolan orang yang mengaku Oknum Organisasi PP , dan menjadi tanda tanya bagaimana ceritanya memiliki lima saudara laki-laki  “apakah mereka memikirkan nasib Ibu Leginem dan Ibu Saiyem yang tinggal dirumah tersebut sejak lahir”.

Kisah Ibu Leginem dan Ibu Saiyem menjadi potret kepedulian masyarakat luas khususnya warga sekitar rumah Ibu Leginem. Pada saat awak media melakukan konfirmasi via telepon ke Muchlisin Kepala Desa Manunggal Minggu malam (19/12), menanyakan bagaimana apakah pihak aparat Desa Manunggal jadi melaksanakan mediasi konflik pertanahan yang dialami Ibu Leginem.

Dari keterangan Muchlisin, bahwa beliau bersama perangkat Desa Manunggal, akan  melakukan mediator  tujuh bersaudara melalui Kepala Dusun untuk menyampaikan undangan kepada pihak pihak yang terlibat dalam konflik pertanahan. Kepala Desa Muchlisin mengatakan menyelesaikan konflik di warga saya dengan tidak melibatkan pihak dari luar karena ini warga saya. tegasnya.

Kepala Desa Muchlisin bersama perangkat Desa Manunggal akan menjadi mediator penyelesaikan masalah warga saya besok Senin (20/12/2021), maka saya akan mengundang tujuh bersaudara termasuk Ibu Leginem untuk memintai keterangan bagaimana proses rumah yang didiami Ibu Leginem bersama keluarganya dan Kakaknya Ibu Saiyem yang kondisi fisiknya keterbelakangan mental, karena saya juga heran karena dalam proses ini saya sebagai Kepala Desa belum mengetahui secara persis kenapa rumah yang didiami Ibu Leginem menjadi konflik dan  bisa terjual serta oleh siapa yang menjualnya dan siapa pembelinya,tanpa sepengetahuan dan  tanda tanda tangan Ibu Leginem dan bagaimana proses transaksi penjualannya. Mungkin dengan cara ini saya (kepala desa)  dan perangkat desa akan dapat memberi keterangan setiap pertanyaan kepada masyarakat umum yang saat ini semakin luas mendukung nasib Ibu Leginem kedepannya.pangkasnya.

Melalui jalan musyawarah warga di kantor desa, diharapkan akan didapatkan titik terang dan bukti-bukti kepemilikan yang menjual rumah dan proses transaksi penjualnnya terhadap rumah yang didiami seorang janda yang berinisial Leginem (55 tahun) bersama keluarga dan Kakak Kandungnya Ibu Saiyem. Dan bukti-bukti yang kami dapatkan nanti akan menjadi lampiran berita acara musyawarah warga yang berkonflik dan berita acara beserta lampiran bukti kepemilikan yang menjual dan yang membeli rumah yang didiami Ibu Leginem, akan kami perbanyak dan didistribusikan kepada masing-masing tujuh bersaudara atau yang mewakilinya, yang saat ini sedang berkonflik pada sebidang tanah yang terletak di Jalan Veteran  Dusun VI Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, untuk dapat mengambil sikap dalam penyelesaian konflik ini. tutup Muchlisin Kepala Desa mengakhir pembicaraan via telepon (19/12). [Red].