"Pelaku yang berhasil diamankan Unit Jatanras Sat Reskim Polres Asahan berinisial M A S (18) merupakan warga Dusun II Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan, Sementara seorang pelaku lainnya berinisial YS berinisial DPO," ungkap Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH

Gambar : Pelaku MAS saat berada di Mapolres Asahan

Asahan-Sumut [bhayangkaranews.id], Seorang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) berinisial MAS, berhasi diamankan petugas Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan. Mririsnya  korban Curas adalah merupakan bocah perempuan yang baru berusia 8 tahun.

 "Pelaku yang berhasil diamankan Unit Jatanras Sat Reskim Polres Asahan berinisial M A S (18) merupakan warga Dusun II Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan, Sementara seorang pelaku lainnya berinisial YS berinisial DPO," ungkap Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, Rabu (15/12/2021) di Mapolres Asahan.

Menurut  AKBP Putu Yudha Prawira, " pelaku M A S tersebut diamankan petugas di seputaran Jalan Ampera Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan pada Senin, (13/12/2021) sekitar pukul 10.00 wib kemarin.

"Petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku MAS berdasarkan adanya laporan dari ibu korban bernama Nila Wati (45) warga Dusun V Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan. Dalam laporannya, kedua pelaku telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap cincin dan kalung milik korban AA," jelasnya.

Awalnya kejadian tersebut bermula saat korban berinisial A A sedang bermain - main  bersama dengan temannya di depan rumah pelaku MAS, yang mana saat itu korban ada memakai cincin serta kalung perhiasan 

 "Spontan, timbul niat jahat pelaku untuk mengambil cincin serta kalung milik korban dengan cara berpura-pura memanggil korban agar masuk kedalam kamar pelaku untuk membeli es di warung,” sebutnya.

Setelah korban masuk kedalam kamar pelaku, lanjut AKBP Putu Yudha, pelaku langsung mengunci pintu kamar, kemudian mulut korban dibekap oleh pelaku hingga membuat korban kesakitan saat berteriak meminta tolong.

"Disitu pelaku memasukkan tangan kanan pelaku secara paksa kedalam mulut korban. Kemudian pelaku menjambak rambut dan membenturkan kepala korban ke dinding kamar, sehingga korban terjatuh ke lantai kamar. Melihat korban terjatuh, pelaku langsung mengambil secara paksa kalung yang dipakai oleh korban," ucapnya.

Kapolres Asahan mengatakan, secara bersamaan rekan pelaku yang berinisial YS (DPO) datang kerumah pelaku MAS. Melihat cincin yang dipakai oleh korban, pelaku YS langsung membalikkan badan korban. Saat itu, korban sempat berteriak, namun mulut korban langsung dibekap oleh pelaku YS. Kemudian pelaku YS mengambil secara paksa cincin yang dipakai oleh korban.

"Ironisnya, usai menjalankan aksinya kedua pelaku kemudian mengunci korban di dalam kamar, setelah mengunci korban di dalam kamar pelaku MAS dan YS langsung pergi melarikan diri. Korban berhasil diselamatkan ibunya ketika mendengar teriakan dari korban yang berteriak meminta tolong dan selanjutnya ibu korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Asahan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi, akhirnya pelaku MAS mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap cincin dan kalung milik korban AA dengan cara membekap mulut korban. Pelaku juga memasukkan secara paksa tangan kanannya kedalam mulut korban dan membenturkan kepala korban ke lemari rumah.

"Kapolres Asahan mengimbau kepada pelaku YS ( DPO - red ),  untuk segera menyerahkan diri sebelum petugas melakukan tindakan yang lebih  tegas lagi ,” pungkasnya. (JH )