www.Bhayangkaranews.id Mengikuti Intreruksi dari Presiden Joko Widodo mengenai percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di 7 provinsi dan 35 kabupaten prioritas dengan target 0 persen pada 2024.


Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma mengatakan untuk mewujudkan itu, tahun ini pemerintah akan meningkatkan jumlah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Masing-masing dianggarkan sebesar Rp.300.000 selama tiga bulan," ujarnya 


Dengan hal tersebut diketahui bersama bahwa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) /Program Sembako adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme perbankan. KPM akan menerima kit bantuan non tunai berupa kupon elektronik (e-voucher) dari Bank Penyalur. Besaran Bantuan Pangan Non Tunai adalah Rp.110.000,- per KPM per bulan untuk BPNT. Sedangkan besaran program sembako periode bulan Januari-Februari Rp 150.000,- namun sejak periode bulan Maret-Agustus 2020 dinaikkan menjadi Rp 200.000,-.

Untuk saat ini  Bantuan tersebut tidak dapat diambil tunai dan apabila bantuan tidak dibelanjakan dalam bulan tersebut, maka nilai bantuan tetap tersimpan dan terakumulasi. KPM dapat menggunakan e-voucher tersebut untuk membeli beras serta bahan pangan lainnya seperti telur, sesuai jumlah dan kualitas yang diinginkan di e-warong.

Sementara dari Kemensos menyatakan, kenaikan nilai bansos per Maret 2020 ini sebagai bagian dari instrumen fiskal untuk ikut mengatasi dampak penyebaran virus corona (COVID-19) terhadap perekonomian Indonesia.

 

Pemerintah menyiapkan instrumen fiskal senilai Rp10 triliun, dimana Kementerian Sosial dapat Rp4,56 triliun. Tambahan sembako Rp50.000 ditambahkan ke rekening 15,2 juta KPM Program Sembako selama enam bulan ke depan, atau sampai bulan Agustus 2020.

 

Kebijakan ini ditempuhnya, karena diperkirakan dampak dari penyakit yang disebabkan virus corona itu cukup serius, yakni dikhawatirkan menimbulkan perlambatan perekonomian Indonesia.

 

Dimana dalam pernyataanya bahwa perlu diantisipasi, agar tingkat konsumsi masyarakat, termasuk KPM penerima bansos, terjaga. “Ini crash programme, yakni merupakan respon pemerintah untuk menjaga konsumsi di lapisan terbawah agar tidak terganggu oleh perlambatan ekonomi,” papar Mensos Juliari.

 

“Jika dalam enam bulan prospek ekonomi sudah membaik maka nilai bantuan Program Sembako akan kembali ke angka Rp150.000 per bulan,” kata Mensos. Tapi jika dirasa kenaikan bantuan itu masih diperlukan untuk menjaga konsumsi maka kenaikan tersebut akan diperpanjang sesuai dengan keputusan pemerintah.

 

Mulai tahun 2020, pemerintah telah melakukan transformasi dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Program Sembako. Langkah ini merupakan salah satu terobosan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Bila pada BPNT nilai indeks bantuan sebesar Rp110.000/KPM/bulan, maka pada Program Sembako indeks  meningkat menjadi Rp150.000/KPM/bulan. Bila komoditas yang dapat dibelanjakan sebelumnya beras dan atau telur, pada Program Sembako ditambahkan dengan komoditas bahan pangan yang mengandung karbohidrat (jagung, singkong, ubi, sagu serta umbi-umbian lainnya), protein hewani (daging ayam, daging, ikan), protein nabati (tahu, tempe dan kacang-kacangan) dan vitamin mineral (sayuran dan buah-buahan).

 

Guna mengikuti arahan dan intruksi Presiden tersebut maka Pada hari Kamis tanggal 23  Desember 2021 pukul 10.00 wib s/d 21.00 wib Pihak Desa Majalaya melakukan pembagian BPNT di BRI Ling Kp. Selakopi RT. 006 RW. 002  Desa Majalaya Kec. Cikalongkulon Kab. Cianjur dengan melakukan penyerahan / pembelian  BPNT kepada 405 KPM untuk bulan 12, 13 dan 14 dengan komuditas :


 Beras 10 kg,  Daging Ayam 1 ekor, Telor 8 butir, Kentang 1 pak,  Kacang Ijo 260 gr  Buah 1 pak


Dengan waktu / jatuh tempo Pembelian dilakukan selama 2 hari. 

Kegiatan pembagian BPNT yang dilakukan di Briling Kp  Salakopi di hadiri oleh Jajaran Perangkat Desa Majalaya, Babhinkamtibmas Polsek Cikalongkulon Bhabinsa Danramil Cikalongkulon  serta Pihak terkaitlainnya .


Dalam pembagian BPNT tersebut pihak terkait melaksanakan protocol kesehatan guna mencegah terjadinya virus Covid-19 yang saat ini  sudah memiliki varian baru yakni comikron vairus terlepas dari pungkasnya. (050-HAG)