"Saya merasa tidak terima dengan perlakuan oknum wartawan yang memukul saya dan bahkan yang memukul saya bukan hanya satu orang. Maka oleh karena itu saya akan melaporkan kejadian yang menimpa diri saya kepihak yang berwajib,” kata Heru.


Jakarta [bhayangkara news.i], Insiden pemukulan yang di duga dilakukan oleh sesama wartawan tersebut berawal Heru AG adalah awak media online Bhayangkara News Cianjur hendak bersilaturahmi dan beristirahat serta ingin bertemu dengan teman jurnalis lainnya. Namun ia malah mendapatkan bogem mentah alias tinjuan di pelipis bagian kanan hingga bengkak, selain pelipis Heru juga mendapatkan luka ringan di bibir.

Fhoto: Heru AG, korban pemukulan di kantor PWI  Cianjur

"Saya dipukul oleh oknum Wartawan", terangnya singkat. Terhendus malah kejadian pemukulan di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, ( 25/12/21 ).


"Waktu itu saya pulang liputan perayaan Natal di salah satu gereja di Cianjur kemudian berniat untuk beristirahat sambil menulis hasil liputan di Kantor PWI Kabupaten Cianjur sekalian bertemu kawan lama,” kata Heru yang mengalami pemukulan, di Kediamannya , Senin, (27/12/21).

Heru menyebutkan bahwa selain mendapatkan penganiayaan, kini Kartu Identitas Anggota ( KTA ) Nya pun diamankan oleh PWI Cianjur.

Akibat dari pemukulan tersebut, selain mengalami luka memar di bagian muka, dirinya pun kini merasakan trauma.

"Saya merasa tidak terima dengan perlakuan oknum wartawan yang memukul saya dan bahkan yang memukul saya bukan hanya satu orang. Maka oleh karena itu saya akan melaporkan kejadian yang menimpa diri saya ke pihak yang berwajib,” kata Heru.

Heru juga menyesalkan sikap arogansi yang dilakukan Oknum wartawan tersebut, terlebih setelah mengetahui bahwa pemukulan dilakukan oleh Ketua terpilih Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Cianjur.

” Saya akan terus maju melaporkan perihal pemukulan yang menimpa diri saya, mengingat kekerasan terhadap wartawan itu jelas pasti dikecam oleh semua wartawan, apalagi setelah saya tahu dari foto ternyata itu adalah seorang Ketua terpilih,” ungkapnya.

Heru menambahkan, jika semua wartawan menyerukan stop kekerasan terhadap wartawan, tetapi mengapa yang melakukan pemukulan malah oknum wartawan sendiri.

” Katanya stop kekerasan terhadap wartawan, tetapi wartawannya sendiri yang melakukan kekerasan,” tambahnya.

Heru menjelaskan bahwa dirinya dipukul, karena menurut para wartawan yang ada di gedung PWI Cianjur tersebut mengatakan, tidak sopan karena masuk se enaknya tanpa ijin.

"Nah, kalo menurut mereka saya salah, kenapa tidak telepon redaksi saya terlebih dahulu, ini mah malah main hakim sendiri, bahkan malah saya juga dituduh maling,” ujarnya.

Heru berharap dengan kejadian ini, tidak adalagi kekerasan terhadap jurnalis apa lagi dilakukan oleh oknum jurnalis itu sendiri.

"Untuk masalah memaafkan saya memaafkan, tetapi jalur hukum akan tetap saya tempuh, karena saya merasa sakit hati, kalo toh memang saya salah dengan sikap saya yang menurut mereka tidak sopan, apakah perlakuan mereka juga benar telah memukul saya, yang jelas ini sudah kelewatan, dan saya sangat sakit hati, apalagi saya juga mendapatkan ancaman dan hampir akan di pukul menggunakan asbak,” tutupnya.

Saat berita ini diterbitkan, Belum ada Keterangan resmi dari Oknum wartawan yang diduga melakukan pemukulan. Namun saat di hubungi melalui sambungan WhatsApp, pihak Oknum Wartawan tersebut mengatakan bahwa kedatangan Heru mencurigakan dan tidak ada sopan santun. (Redaksi)