Pada saat dilakukan penangkapan, tidak ada perlawanan dari kedua pelaku, hal ini disampaikan oleh Kapolres Nias Selatan, AKBP Reinhard H. Nainggolan, melalui BA Subbag Humas Bripda Aydi Mashur, kepada wartawan di Kantor Sat Reskrim Polres Nias Selatan, Jalan Mohammad Hatta Kelurahan Pasar Teluk Kabupaten Nias Selatan Selasa (8/3/2022).

Fhoto kedua pelaku pencabulan anak dibawah umur

Telukdalam [bayangkaranews.id], Dua terduga pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (17), berinisial ZH alias ama Lona (33) dan YZ alias ama Sander (30) warga Desa Silima Banua, Kecamatan Ulu Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, ditangkap Tim Sat Reskrim Polres Nias Selatan, di jln. Pancasila Desa Orahili Gomo Kecamatan Gomo, hari Jum'at (4/3/2022) sekira pukul 18.00 wib.


Pada saat dilakukan penangkapan, tidak ada perlawanan dari kedua pelaku, hal ini disampaikan oleh Kapolres Nias Selatan, AKBP Reinhard H. Nainggolan, melalui BA Subbag Humas Bripda Aydi Mashur, kepada wartawan di Kantor Sat Reskrim Polres Nias Selatan, Jalan Mohammad Hatta Kelurahan Pasar Teluk Kabupaten Nias Selatan Selasa (8/3/2022).


para tersangka berinisial ZH dan YZ diduga telah melakukan pencabulan terhadap seorang pelajar berinisial AN (17), benar sudah kita tahan. yang mana berdasarkan 184 KUHAP telah terpenuhi dua alat bukti dan telah dilakukan penahanan sejak tanggal 5 maret 2022 ungkap Aydi Mashur.


Dia menjelaskan bahwa, dari keterangan yang diperoleh pihaknya, kejadian pencabulan yang dialami oleh AN (korban) pelaku pertama dilakukan oleh ZH kepada korban pada Tahun 2021 lalu, namun tanggal dan bulan, tidak diingat, jelas Aydi Mashur.


Sebelum kejadian, saat itu korban dihubungi oleh tersangka (ZH) untuk datang kerumahnya. Sesampai nya korban di rumah tersangka, korban di rayu dan kemudian korban diajak kedalam kamar, kemudian korban langsung ditidurkan diatas tempat tidur dan melakukan persetebuhan terhadap korban.


Sedangkan untuk terduga pelaku pencabulan berinisial "YZ", korban juga tidak ingat kapan kejadiannya. Namun sebelumnya korban di telepon tersangka untuk datang ke rumah tersangka. Dan setibanya di rumah tersangka, korban ditarik oleh tersangka di samping rumah, dan ditiduri diatas tanah dan langsung melakukan pencabulan terhadap korban.


Tersangka (YZ), korban juga tidak ingat pertama kali terjadi kapan. Tetapi Korban dapat menjelaskan kejadian pada saat itu, yang mana korban juga ditelepon oleh tersangka untuk datang ke rumah tersangka dan setibanya di rumah tersangka, kemudian korban langsung ditarik kesamping rumah lalu setelah itu korban ditidurkan diatas tanah dan tersangka langsung membuka celana serta celana dalam korban kemudian tersangka melakukan persertubuhan terhadap korban.


Motif terjadinya pencabulan anak di bawah umur terhadap korban (AN), dari hasil keterangan tersangka ZH dikarenakan hawa nafsu. Dan keterangan dari tersangka YZ bahwasannya dia mengakui pada saat itu ia sudah lama menduda dan merasa kesepian, lalu ingin meluapkan hasrat birahinya.


Setelah kita lakukan pemerikasaan terhadap kedua tersangka dan korban, bahwasanya disini tidak terjadi pengancaman ataupun ancaman kekerasan terhadap korban.Tersangka hanya merayu lalu kemudian memberikan sejumlah uang terhadap korban.


Terkait kasus ini, kedua tersangka akan di kenakan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU No.17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, yang mana ancaman hukuman maksimal 15 tahun”, tandas Aydi Mashur. (MG)