"Jika kedua oknum tersebut mangkir dari pemanggilan pihaknya. Dan sampai saat ini belum ada konfirmasi kembali kapan mereka akan menghadirinya",  

Kasi Intel satria DP. Zebua dan foto kantor kejaksaan negeri Nias selatan

Nias Selatan [bhayangkaranews.id], Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan (HKD) dan PPK Pembangunan RSUD (RB) mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Nias Selatan selasa 15/03/2022 sehubungan dengan dugaan mark up dana anggaran jasa konsultasi penyusunan studi keyakan, masterplan TA. 2019, jasa konsultan perencanaan Ta. 2019 serta jasa pengawasan pembangunan RSUD nias Selatan TA. 2020.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi Intel Satria DP. Zebua, S.H. saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, (rabu 16/03/2020), jika kedua oknum tersebut mangkir dari pemanggilan pihaknya. Dan sampai saat ini belum ada konfimasi kembali kapan mereka akan menghadirinya.

Ia mengatakan, Penggilan terhadap Kadiskes dan PPK tersebut masih panggilan pertama. Ditanyakan kapan akan dijadwalkan panggilan berikutnya, beliau menjawab menunggu pimpinan kembali dari dinas luar. Kita menunggu kembali pimpinan dari dinas luar untuk ditanda tangani surat panggilan kedua. 

Ketika ditanyakan kembali, apakah ada pihak-pihak lain yang sudah dipanggilan dan/atau diperiksa, ia menjawab ada yaitu pihak konsultan. Pihak konsultannya sudah kita mintai keterangan. Kemudian Satria menjelasakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Beliau memaparkan bahwa adapun besaran anggaran untuk Jasa Konsultansi Penyusunan Studi Kelayakan dan Masterplan Pembangunan RSUD Kabupaten Nias Selatan TA.2019 senilai Rp.449.130.000 (Empat ratus empat puluh Sembilan juta seratus tiga puluh ribu rupiah) oleh CV. DPK, Jasa Konsultansi Perencanaan Pembangunan RSUD Kabupaten Nias Selatan TA. 2019 senilai Rp.796.510.000 (Tujuh ratus Sembilan puluh enam juta lima ratus sepuluh ribu rupiah) oleh PT. BMA dan Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan RSUD Kabupaten Nias Selatan TA. 2020 senilai Rp. 1.846.075.000 (Satu miliar delapan ratus empat puluh enam juta tujuh puluh lima ribu rupiah) oleh PT. TCIC. (MG)