MEDAN. (Bhayangkaranews.id). Saat ini para petani sedang kesulitan mendapatkan pupuk yang berkualitas, apa lagi ditambah dengan harga yang hampir tidak terjangkau oleh para petani tersebut dimasa pandemi ini, dan pada belakangan ini para petani perlahan-lahan ingin lepas dari ketergantungan pupuk kimia, sehingga mereka ingin menggunakan pupuk organik dalam bercocok tanam. 

Dalam hal ini, Yayasan Lembaga Lingkungan Hidup dan Pejuang Iklim (L2HPI) dan KOMPI Indonesia sedang membuka wawasan baru, paradigma baru kepada seluruh elemen masyarakat, bagaimana cara pengolahan sampah yang sebahagian besar dari sampah rumah tangga menjadi bermanfaat untuk masyarakat dan makhluk hidup lainnya. Melalui sosialisasi, pelatihan atau penyuluhan dengan memberikan edukasi-edukasi tentang cara pengolahan sampah tersebut, para petani akan dengan mudah memiliki pupuk organik yang berkualitas.

Seperti yang dilakukan oleh Dewan Pakar KOMPI Indonesia pak Bahtiar, beliau sedang melakukan pendampingan pada kelompok Tani di Desa tersebut dalam pembuatan pupuk organik Raja Hara yang bahan bakunya dari limbah rumah tangga. beliau juga mengungkapkan "bagaimana kita bisa membangun pertanian organik dengan memanfaatkan pekarangan rumah dengan menggunakan pupuk organik Raja Hara, sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga tanpa mengeluarkan biaya besar dan lahan yang luas untuk bercocok tanam". ujarnya.

Disamping itu pak Bahtiar juga mengungkapkan "Dalam pelatihan tersebut saya mengajak mereka untuk bercocok tanam dengan menanam tanaman jangka pendek yang bisa segera dipanen, salah satunya adalah berkebun sayuran organik dipekarangan rumah, seperti sayur bayam, sawi, kacang panjang, kangkung, daun seledri, cabai dan tanaman jangka pendek lainnya yang bisa di tanam di pekarangan rumah. Lumayan ini bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga dimasa pandemi ini, sehingga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga". ujar beliau. 

Kegiatan tersebut dilakukan di Desa Pancur Ido Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Kelompok Tani Masyarakat di Desa tersebut sangat senang dan antusia mengikuti pelatihan tersebut, sehingga masyarakat setempat bisa bercocok tanam dengan menggunakan pupuk organik Raja Hara. Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Kepala Desa Pancur Ido. Beliau mengatakan "Saya sangat terbantu sekali dengan adanya program kegiatan yang dilakukan KOMPI Indonesia untuk warga saya di Desa Pancur Ido, sehingga terwujudnya peningkatan ekonomi keluarga melalui pertanian organik pekarangan rumah tangga. Semoga kegiatan seperti ini tidak sampai disini saja dan akan berkelanjutan nantinya, harapan saya KOMPI Indonesia akan terus melakukan pendampingan dalam membentuk pertanian organik di pekarangan rumah". Ungkap Kepala Desa tersebut.

Menurut keterangan salah satu warga yang ikut dalam pelatihan tersebut mengatakan, "Kami sangat senang sekali mengikuti pelatihan ini, sehingga kami bisa mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, untuk kebutuhan tanaman kami, dan kami merasa terbimbing dengan menciptakan pertanian organik di pekarangan rumah, jadi kalau punya lahan kecil di pekarangan rumah kami, maka kami bisa memanfaatkan untuk menanam, tanpa harus ditanam lansung ditanah". Ungkap beliau.

Dalam pelatihan tersebut, pak Bahtiar mengajak warga di Desa Pancur Ido menanam dengan menggunakan Polybag yang disusun rapi dipekarangan rumah yang tidak begitu luas. Sehingga pemanfaatan pekarangan rumah untuk dijadikan lahan pertanian benar-benar terpenuhi. (Red)