"Rumah peninggalan Keturunan Raja Padang alm. Datuk Tengku Hassim ini dipercayakan perawatannya kepada Bu Tarmi beserta anak-anaknya. Jadi di rumah ini tinggal 3 Kepala Keluarga (KK) dan Bu Tarmi sudah merawat rumah hingga saat ini sudah 7 tahun lamanya," ucap Emil.

TEBING TINGGI [bhayangkaranews.id] Untung tak dapat di raih, bala tak dapat di tolak. Hal ini menimpah rumah dari keturunan Raja Padang Alm. Datuk Tengku Hassim yang merupakan Cagar Budaya yang berada di Jln. Pala lk. 3 kel.Bandar utama Kota Tebing tinggi yang telah di lalap si jago merah Minggu (13/03/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

Saat di konfirmasi salah satu dari keturunan Raja Padang Tengku Emil Hendra Utama kepada awak media bhayangkara news mengatakan bahwa perawatan rumah alm. Datuk Tengku Hassim ini di percayakan kepada seorang wanita yang bernama Tarmi (59). Berhubung rumah tersebut sangat luas, Tarmi di bantu oleh anak-anaknya yang sekaligus tinggal di rumah tersebut.

"Rumah peninggalan Keturunan Raja Padang alm. Datuk Tengku Hassim ini dipercayakan perawatannya kepada Bu Tarmi beserta anak-anaknya. Jadi di rumah ini tinggal 3 Kepala Keluarga (KK) dan Bu Tarmi sudah merawat rumah hingga saat ini sudah 7 tahun lamanya," ucap Emil.












Lanjut Emil, penyebab terjadinya kebakaran ini belum dapat di pastikan namun akibat dari kejadian ini, sudah menghanguskan rumah cagar budaya ini dan juga memakan korban jiwa anak dari pasangan Riska dan Tina yaitu Zio dwi anggara lubis laki-laki (5) tahun yang tewas terpanggang di dalam rumah oleh si jago merah di saat kedua orang tuanya tidak berada di rumah.

Jenazah Zio (5) di evakuasi ke rumah sakit bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk di lakukannya autopsi sebelum di lakukan pemakaman sebagai bukti pemeriksaan lebih lanjut dan setelah itu di kebumikan di kuburan muslim Jln. KF.Tandean Lk.4 Kel. Bandar Utama Tebingtinggi, ungkap T. Emil Hendra Utama.

Untuk memadamkan kebakaran tersebut, tim pemadam kebakaran Kota Tebingtinggi di bantu masyarakat juga kepolisian, bahu membahu dalam memadamkan apinya. Namun bangunan rumah cagar budaya tersebut tidak dapat di selamatkan berhubung api sudah demikian ganasnya melalap bangunan yang terbuat dari kayu dan di saat kejadian, anginpun lumayan kencang.

Sampai berita ini di tayangkan, baik orang tua korban dan pihak Polres Tebingtinggi belum dapat di mintai keterangan penyebab terjadi kebakaran tersebutu karena Tim Inafis Polres Tebingtinggi masih terus menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

(AR)