Identitas Pengendara kendaraan bermotor an.FITRI ARNI MATONDANG,Pr,23 tahun,Islam,Pekerjaan Menguruh rumah tangga,Alamat Jln.Hok Salamuddin Kel. Siantar estate Kec.Siantar Kab.Simalungun.

Siantar-Sumut [bhayangkaranews.id]

1. Hari senin tanggal 21 Maret 2022 Sekira pukul 07.25 wib, datang 1(satu) unit Sp.Motor Merk Honda Scoopy No. Pol BK 5856 TAK yang dikendarai oleh seorang Wanita melaju kencang hingga tidak terkendali dari arah Jalan Sutomo langsung masuk ke Mako Polres Pematangsiantar dan menabrak Pintu SPKT Polres Pematangsiantar.


2.Identitas Pengendara kendaraan bermotor an.FITRI ARNI MATONDANG,Pr,23 tahun,Islam,Pekerjaan Menguruh rumah tangga,Alamat Jln.Hok Salamuddin Kel. Siantar estate Kec.Siantar Kab.Simalungun.


3.Jenis kendaraan yang dikendarai Sp.Motor Merk Honda Scoopy warna Pink No. Pol BK 5756 TAK.


4.Atas kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan pada :

a. Pintu kaca SPKT Polres Pematangsiantar Rusak dan Pecah.

b. Kaca dinding SPKT pecah.

dan atas kejadian tersebut Personil Polri yang saat itu sedang bertugas tidak mengalami luka - luka.


5. Sedangkan pengendara Sp.Motor Merk Honda Scoopy warna Pink No. Pol BK 5756 TAK yang dikendarain oleh FITRI ARNI MATONDANG mengalami luka lecet pada dahi kiri dan langsung dibawa ke Klinik Polres Pematangsiantar untuk dilakukan tindakan Medis.







*III.Tindakan yang lakukan*


1. Melakukan Introgasi terhadap pelaku


2. Hasil Interogasi terhadap Pelaku Pengerusakan SPKT Mako Polres Pematangsiantar :

a.Pelaku berangkat dari rumah kediaman di Jln. Hok Salamuddin Kel. Siantar Estate Kec. Siantar Kab. Simalungun dengan mengendarai Sepeda Motor Honda Scoopy dengan No Pol BK 5756 TAK menuju Pesantren Mahabaturrosul SAW Jln. Sidomulyo Kel. Simarimbun Kec. Siantar Marimbun Kota Pematangsiantar dengan bertujuan mengundang H. Ust. SYAHBAN SIREGAR selaku Pimpinan Ponpes Mahabaturrosul SAW untuk rencana pernikahan pelaku.


b.Dalam perjalanan menuju Pesantren tepatnya di Jln. Sutomo pelaku pengerusakan melihat Polisi yang sedang melaksanakan Gatur Lalin pagi dan tiba - tiba pelaku merasa benci dan langsung berniat melakukan penyerangan.


c.Selanjutnya pelaku mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi menuju Mako Polres Pematangsiantar dan menerobos gerbang sampai Pintu kaca SPKT Polres Pematangsiantar.


d.Pelaku Pengerusakan mengaku sakit hati terhadap polisi yg melakukan penembakan terhadap laskar fpi di km 50.


e.Pelaku Pengerusakan tidak terima terhadap polri yang sudah menangkap Habib Rizieq Shihab


f.Pelaku pengerusakan Melakukan aksi pengerusakan dalam keadaan sadar dengan tujuan masuk surga demi membela Habib Rizieq Shihab yg dianggap Nabi.


g.Keseharian pelaku belajar agama melalui media sosial Youtube dengan menonton Channel Youtube Nabawi TV.


h.Pelaku Pengerusakan Sudah menikah sebanyak 2(Dua) kali.


i.Pelaku pengerusakan Sudah melakukan perjalanan umroh sebanyak 3(Tiga) kali dan berencana akan melakukan umroh kembali pada bulan agustus.


3.Melakukan Introgasi terhadap orang tua pelaku an.MURNIATI SINULINGGA menerangkan :

a.Pelaku pernah bersekolah di SD Negeri 122351 Jln. Kertas Kel. Siopat Suhu Kec. Siantar Timur Kota Pematangsiantar selanjutnya melanjutkan sekolah ke jenjang SMP Sultan Agung Jln. Surabaya Kel. Prolamasi Kec. Siantar Barat Kota Pematangsiantar kembali melanjutkan sekolah ke Jenjang SMA di Sultan Agung namun pindah dari SMA Sultan Agung ke SMA Kartika karena menghina Patung Dewa Agama Buddha.

b. Pada saat SMA Pelaku mengalami kecelakaan pada kelas 1 SMA pada tahun 2009, ketika pelaku duduk di kelas 3(tiga) SMA mulai bertingkah yang tidak wajar.

c. Setelah tamat dibangku SMA pada tahun 2014 Pelaku masuk ke Univ UISU  Jln. Johor mengambil jurusan Fak. Kedokteran namun bertahan hanya 1(satu) semester karena tidak mampu mengikuti pelajaran.

d. Setelah keluar dari Fak. Kedokteran Pelaku berjualan tas Online selama 1(satu) tahun.

e. Pada tahun 2015 Pelaku masuk ke Univ. UISU Kab. Simalungun dengan jurusan Agama Islam dan tamat pada tahun 2019 dengan gelar Sp.dI(Sarja pendidikan agama Islam) 

f. Pada tahun 2019 Pelaku menikah dengan RUDI FAISAL(Teman kuliah) dalam pernikahan nya dengan RUDI FAISAL Pelaku mengaku mengalami KDRT dan mengadukan RUDI FAISAL ke Polres Simalungun dan mengajukan cerai.

g. Pada tahun 2019 Pelaku masuk Pesantren Annur di Karangbangun namun bertahan hanya 3(Tiga) bulan karena tidak mengikuti peraturan Pesantren.

h. Pelaku kembali menikah(Nikah Siri) dengan WIGI TRI GUNA seorang Jemaat Tabligh berasal dari Binjai yang dijodohkan oleh temannya ketika di Pesantren.

i. Selama menikah Pelaku mengikuti WIGI dan menetap di Binjai, namun karena WIGI hanya berdakwah(Tidak bekerja) dan tidak mampu menafkahi Pelaku sehingga WIGI menjual 1(Satu) unit mobil milik Pelaku.

j. Karena tidak memiliki penghasilan Pelaku berpisah dengan Wigi.

k. WIGI TRI NUGRAHA kembali mengajak rujuk Pelaku dengan syarat harus menikah kembali dengan seorang Laki - laki berasal dari Pekan Baru yang dipilih langsung oleh WIGI TRI NUGRAHA


*IV. Penggeledahan Kamar Pelaku an.FITRI ARNI MATONDANG*


a. Sekira pukul.09.45 wib dilakukan Penggeledahan kamar an.FITRI ARNI MATONDANG di Jln.Hok Salammudin No.59 Kel.Siantar Estate Kec.Siantar Kab.Simalungun.


b. Pengeledahan di lakukan didampingi Orangtua dan Keluarga an.FITRI ARNI MATONDANG dan Oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Pematangsiantar yang diikuti oleh :

- Kabag Ops Polres Pematangsiantar KOMPOL LAMIN,S.Pd.

- Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP B.MANURUNG,SH.

- Kasat Intelkam Polres Pematangsiantar AKP ARIFIN PAKPAHAN.

- Kasi Humas Polres Pematangsiantar AKP RUSDI YAHYA.

- Kaur Identifikasi Sat Reskrim Polres Pematangsiantar IPTU MIANTO.

- Pers.Polres Pematangsiantar.


c. Dalam Penggeledahan ditemukan berupa :

- Al quran

- Buku Terjemaahan Al Hikam Ibn Athanillah.

- Surat Yasin,Takhtim,Tahil Doa.

- Buku Khulashah. Al Madad An Nabawi.

- Buku Zhikir.

- Buku Catatan Harian.

Selanjutnya barang barang tersebut diamankan ke Mako Polres Pematangsiantar.


d. Sekira pukul.10.30 wib Penggeledahan Kamar an.FITRI ARNI MATONDANG selesai dilaksanakan.


Saat ini pelaku di amankan di Unit Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (red)