Merefleksikan Hari Bumi Sarekat Hijau Indonesia – SHI gelar :
“Green Leadership Training dan Dialog Publik Bertajuk “Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Ecological Citizenship di Era 5.0”


MEDAN [Bhayangkara News] Pimpinan Pusat SHI - Sarekat Hijau Indonesia bersama Dewan Pimpinan Wilayah SHI Sumatera Selatan – menggelar Pelatihan Kepemimpinan di bidang politik ekologi/lingkungan “Green Leadership Training” serta Dialog Publik bertajuk “Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Ecological Citizenship di Era 5.0” dalam rangka memperingati Hari Bumi Internationa yang jatuh pada 22 April 2022.

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa Palembang Sumatera Selatan Jum’at (22/4/2011), kegiatan GLT, Green Laedership Training Kepemimpinan dihadiri 150 peserta baik Offline maupun Online yang meliputi 7 Propinsi di Indonesia. Yakni : Sumatera Utara, Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Kegiatan Green Leadership Training difasilitasi oleh Trainer Leadership kawakan dibidang lingkungan sekaligus menjabat sebagai Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) SHI Pusat yakni Muslich Ismail, Direktur Spora Institute J.J. Polong  dan Yogi Irwansyah yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Umum SHI Pusat, kegiatan ini juga turut dihadiri salah seorang aktivis lingkungan dari  Australia Nick  yang sekarang aktif sebagai General Secretary di Asia Pacific Greens Federation (APGF).

Dalam Kata Sabutannya Ketua Umum SHI Ade Indriani Zuchri mengatakan, Hari Bumi tahun ini merupakan momentum dalam menggalang kolektifitas dan kepedulian para pengiat lingkungan di indonesia terhadap krisis iklim global disebabkan keserakahan manusia dalam mengeksplorasi SDA, terlebih gelapnya peran negara dalam membongkar kejahatan oligarki yang turut berkonstribusi merusak iklim melalui skema ekspansi korporasi berjamaah baik dalam negeri maupun asing, berkolaborasi secara sistematis dengan para elit politik untuk menguras Sumber Daya Alam Indonesia tanpa mempedulikan aspek lingkungan.

“Hari Bumi tahun ini kita jadikan sebagai momentum dalam merefleksikan kerusakkan iklim global yang saat ini sangat memprihatinkan, baik itu di indonesia maupun di belahan negara berkembang, dimana peran negara semakin gelap dalam membongkar kejahatan oligarki yang pada saat ini sangat berkonstribusi besar terhadap kerusakan iklim, melalui praktek kejahatan yang tersistematis, misalnya skema ekspansi kawasan Hutan bagi peruntukkan korporasi Perkebunan maupun pertambangan baik dalam negeri maupun asing, terlbih adanya kolaborasi yang baik ditingkat elit politik dalam pengerukan SDA secara membabi buta menimbulkan aspek kerusakan iklim semakin tajam” ujar Ade Zuhri


Ade Zuhri menambahkan, kegiatan GLT merupakan Pelatihan Kepemimpinan bagi pengiat lingkungan yang di selenggarakan Sarekat Hijau Indonesia dalam menghadapi Kompliknya persoalan kerusakkan iklim di indonesia pada fase Ecological Citizenship di Era 5.0, sekaligus mempersiapkan generasi kepemimpinan yang cerdas, inovatif dan kreatif dalam menghadapi tekanan konflik lingkungan yang semakin berat.

“Kegiatan ini juga merupakan bentuk Pengkaderan kritis , mempersiapkan estapet pemimpin kedepan yang memiliki imazinasi inovatif dan kreatif dalam penyelesaian kasus kasus lingkungan yang berinplikasi terhadap kerusakan iklim, serta membentuk kesadaran kritis dan tangguh dalam melahirkan kebersamaan, Bersatu, Bersarekat dan Melawan segala motif kejahatan terhadap lingkungan yang masih berlangsung sampai hari ini.” Ungkap aktivis Perempuan kelahiran Kota Jambi tersebut

Dalam Pelatihan ini SHI juga menggelar Sesi Dialog Publik,  hadir Budiman Sudjatmiko sebagai pembicara, kiprah beliau sebagai Tokoh Nasional sudah tak lagi dipertanyakan,, Budiman yang juga salah satu alumni Aktivis Reformasi 1998 ini, pentingnya mempersiapkan imajinasi Inovatif dan Keratif, dan memiliki Basis saign dan tehnologi progreesif di era 5.0 sehingga mampu bertarung dalam menghadapi tekanan situasi dan ridme politik yang senantiasa berubah, karena menurut beliau di perkirakan di tahun 2040, kesenjangan sosial sosial tidak lagi semata mata berbasis ekonomi, dalam menentukan standart kemajuan negara tidak lagi hanya diukur berbasis ekonomi tapi juga fisikologi dan sosiologi, serta perubahan geopolitik yang drastis dipicu oleh eksplorasi ruang angkasa yang berhasil mencapai planet lain.

“Harmonisasi Manusia dengan Ekologi berbasis Tehnologi merupakan sesuatu hal yang sudah terpolarisasi oleh kebutuhan zaman saat ini, integrasi manusia dengan tehnologi akan semakin kencang seiring beriring waktu, karena Fase Zaman yang selalu berubah dan terus berubah, dan kita dipaksa untuk beradaptasi dengan hal hal baru dan selalu berkembang dan terus berkembang” papar Budiman.

“Contoh sederhana perkembangan tehnologi bagi manusia, Imajinasi yang berubah menjadi produk kreatif dan melahirkan saign yang dapat dipasarkan dan dilakukan dirumah tidak lagi dikantor, Perusahaan perusahan yang saat ini tidak lagi mengandalkan tenaga manusia tapi mesin mesin berkemampuan tehnologi tinggi sebagai pengganti peran manusia, Revolusi Layanan kesehatan berbasis digital surveillance yang menantang konsep Privacy, dalam 100 tahun kedepan indonesia akan tetap relepan dan berpengaruh jika selalu memperkuat basis sejarah dan budaya-nya, dalam 100 tahun kedepan Indonesia diprediksi akan menjadi negara Melting Pot terahkir sehingga keanekaragaman budaya menjadi hegemonic driver, dan yang terakhir Solf Power Indonesia akan semakin dibutuhkan dunia untuk menjaga harmoni dalam tatanan masyarakat dunia yang semakin singular, dan tentunya semua ini adalah tantangan bagi kaum muda dalam menghadapi revolusi zaman, dan semua harus dipersiapkan mulai sekarang, pemuda mampu berkiprah membangun organisasi lingkungan yang progresif di era 5.0 melalui berbasis saign dan tehnologi” Papar Budiman    

Ditengah kegiatan Green Leadership Training – SHI juga melakukan gelar kampanye Hari Bumi dengan menggelar aksi bentang spanduk di perempatan Jl.Tasik Taman kambang Iwak Besak  Palembang, kegiatan ini merupakan bentuk penggalangan dukungan masyarakat luas dalam memperingati Hari Bumi sekaligus kampanye kerusakan Iklim global. Kegaiat aksi bentang spanduk ini di ikuti oleh puluhan para pengiat lingkungan yang tergabung di SHI Sumatera Selatan, Mahasiswa, Kader SHI -dan beberapa pengurus SHI Pusat. Menghimbau agar pemerintah Membersihkan Demokrasi dari Intervensi Korporasi “Clean Up Democracy For Earth”.[gdg]