Madina//[bhayangkaranews.id], Lengkap sudah, mungkin ungkapan ini yang akan datang dari seluruh Kepala Desa Se Kabupaten Mandailing Natal,  ungkap Kepala Badiklat PDI-Perjuangan Mandailing Natal Ahmad Aldino Hasibuan saat dihubungi via selular,,


Lanjutnya,,, Akibat banyaknya titipan dari berbagai pihak ke Desa yang tidak di tampung Dalam Musyawarah Desa maupun APBDes, setelah turunnya kucuran Dana Desa tahap pertama maka bermunculan pola menawarkan barang barang titipan tersebut 


Hal ini juga kerap di manfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan penekanan terhadap Oknum Kades untuk memasukkan barang titipan seperti pada anggaran 2022 ini.


Baru baru ini viral adanya temuan di lapangan berupa Foto Pahlawan, Map ber-merk, Profil Desa, dan pengadaan bibit buah buahan,,


Warga berharap Bupati/ Wakil Bupati untuk tidak melakukan pembiaran dan diharapkan melakukan tindakan tegas persoalan ini juga diduga adanya campur tangan yg didalangi oleh oknum dari Dinas PMD Kab Madina,


Beberapa Kades yg di konfirmasikan jawabannya nyaris sama, Kami  pusing harus gimana, Program Desa yg sudah di prioritaskan terhambat karena harus menerima barang-barang titipan yang datangnya dari berbagai kalangan yang tak bisa pula di tolak,, tuturnya


Bila hal ini terus dibiarkan akibatnya program yang sudah kami gagas di Musyawarah Desa menjadi terbengkalai dan terancam gagal dan akhirnya melakukan revisi pada APBDes Perubahan, pada umumnya melakukan perubahan APBDes akan memakan biaya tidak sedikit,, tuturnya


Dia juga menyebutkan harga-harganya cukup membingungkan ” harga-harga barang yang di sodorkan sifatnya berpariasi jauh dari kata normal apalagi mengenai 3 buah foto pahlawan yang harganya jauh dari kata normal”.


Kemudian  terkait pengadaan bibit  Kepala Desa harus bersedia mengajukan penawaran untuk membeli bibit dgn harga rata2 Rp.25, juta perdesa pesanan ini langsung disampaikan melalui camat masing masing kepada kepala desa,, ungkapnya


Hasil monitoring dilapangan di beberapa kecamatan Harga yang di patok untuk 3 buah foto pahlawan bervariasi mulai dari Rp.800.000, Rp.1.000.000, Rp.1.200.000, Rp.1.300.000 hingga Rp.1.500.000 tergantung siapa Camatnya, 


Dugaan ini mengacu bahwa para Camat di Mandailing Natal ikut andil menjadi agen foto Pahlawan dan barang titipan lainnya serta pengadaan Bibit buah buahan,,


Dari informasi yang di kumpulkan di duga pihak pemilik paket tersebut menitipkan kepada Camat dengan Harga yang telah disepakati selanjutnya tugas camat yang akan menyalurkannya ke desa.


“Jika seperti ini polanya terus dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan Dana Desa yang seharusnya menjadi prioritas penunjang  perekonomian masyarakat hanya akan menjadi sia-sia sebab banyak oknum yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.


Aldino Hasibuan menghimbau, "Kepada Kepala Desa agar lebih punya prinsip dalam menjalankan pemerintahannya, sebab anda semua Pemimpin di Desa masing-masing jangan mau di intervensi pihak luar sehingga hak masyarakat anda terbengkalai oleh kepentingan pihak lain,


Bila ada tekanan yang datang keluarkan keberanian kalian bila perlu bernyanyi sekalian biar lingkaran setan yang selama ini membelenggu dapat di gebrak” ungkap Kepala Badiklat PDI-Perjuangan Mandailing Natal Ahmad Aldino Hasibuan yg juga beliau adalah salah satu aktivis di Madina dan pemilik siaran Radio MNC Trijaya Mandailing Natal  (Rajasobu)