KB CIREBON" bhayangkara news id" Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Dany Rakca,S.A.P. Meresmikan tugu Pancasila bertempat di Padepokan Albaathin Alwaliyy Komplek Perumahan Banjarwangunan Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, Minggu (5/6/2022).

Kegiatan pencanangan Kampung Pancasila dan Tugu Pancasila dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian warga dalam rangka upaya menjaga berdiri tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di Desa Banjarwangunan Kec. Mundu Kab. Cirebon yang masyarakatnya begitu beragam, sehingga apabila itu tidak dibina dengan baik dan ada oknum yang ingin memecah belah akan mudah sekali terjadi gesekan antar warga.

Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Dany Rakca,S.A.P. menyampaikan, Pancasila ini sudah di amalkan oleh Kanjeng Sunan Gunung Jati dalam memimpin Kesultanan Kecirebonan,  lima petatah petitih Sunan Gunung Jati itu senada dengan nilai-nilai dasar negara Pancasila. Adapun Pesan Sunan Gunung Jati yang selaras dengan Pancasila yaitu Pesan pertama misalnya, Wedia Ning Allah (Takutlah Kepada Allah). Dalam Pancasila, petatah petitih yang pertama ini masuk dalam sila Ketuhanan yang Maha Esa. Kedua yakni Gegunem Sifat Kang Pinuji Mengusung (sifat-sifat terpuji kemanusiaan). Pada petatah petitih yang kedua ini masuk dalam Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Untuk Petatah Petitih yang ketiga dari Sunan Gunung Jati yakni Den Welas Asih Ing Sapapada (Utamakan cinta kasih terhadap sesama). Petatah petitih ketiga ini semangatnya seperti sila Persatuan Indonesia. Untuk petatah petitih yang keempat yakni Angadahna Ing Pepadu (Jauhi Pertengkaran). Di butir Pancasila, petatah petitih ini masuk ke dalam Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Petatah petitih kelima yakni Amapesa Ing Bina Batan (jangan serakah dalam hidup bersama). Petatah petitih yang terakhir ini masuk dalam Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
"Kampung Pancasila yang berada di wilayah ini sebagai pangkal dalam menghadapi seluruh ancaman, tantangan maupun tuntutan yang ada di depan kita," jelas Danrem 063/SGJ.

"Dengan adanya kemajemukan, keanekaragaman budaya, agama, bahasa maupun lainnya bukan menjadi penghalang kemajuan bangsa Indonesia, akan tetapi potensi yang sangat besar itu dapat dipergunakan untuk meraih kemajuan serta kejayaan bangsa dan negara," ujar Danrem 063/SGJ.

Menurut Danrem 063/SGJ, Kampung Pancasila adalah sebuah julukan yang diberikan oleh masyarakat. Sehingga, dengan suasana harmonis dan sikap toleransi beragama yang dilakukan, warga mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri guna kelangsungan hidup, aktualisasi diri untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketergantungan antara lain lewat komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain.

Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Dany Rakca, S.A.P. juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Pancasila dari orang-orang yang berniat mengganti dengan Ideologi lainnya.

Tampak Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0620/Kab. Cirebon Letkol Inf Faurizal Noerdin S.sos, Direktur Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Drs. R. Dian Muhammad Johan MH, Sesepuh Padepokan Albaathin Alwaliyy KH. M Abdul Gufron Albantani, Camat Mundu, Anwar Sadat dan tamu undangan lainnya. 
( weni jurnalist)