Madina [bhayangkaranews.id], Anjlok nya harga sawit membuat petani sawit menjerit ketua APKASINDO Madina H.aflan Qadafi nst angkat bicara 

"Harapan kita pada pemerintah supaya bisa melindungi Masarakat Petani Sawit dan menjaga Penghasilan mereka tidak terzolimi.



Juga kita menghimbau kepada pemerintah supaya kebijakan untuk TBS Petani jangan disamakan dengan kebijakan untuk Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit.

Juga untuk penetapan harga TBS petani sawit acuannya harus kusus sesuai Dengan Harga CPO secara global/Internasional tanpa pungutan pungutan.

Karna Masarakat Petani Sawit penghasilannya hanya cukup untuk makan dan hanya bermodalkan tulang kering" dimana harga TBS Kalau kita hitung Hasil Petani inclub perawatan kebun sbb.


Panen :

Uang Dodos.    Rp 250/kg

Uang langsir ke tempat pengumpulan Pedagang Rp 150/kg.


 Biaya Panen 1 Ton Baru bisa terjual  Rp 400/kg. 

 di desa Juga tidak pernah menerima subsidi secara umum.

Rata rata harga di desa yang sedikit maju:


Harga pertalite  1 liter Rp 12.000,-

Solar 1 liter.   Rp 12.000,-


Minyak goreng hingga saat ini Rp 22.000,- ujar pak aflan sapaan akrab nya..

  Di lain tempat ketika wartawan Bayangkara news Madina menyambangi petani sawit yang enggan disebut kan nama nya dalam keadaan sedih di dampingi istri tercinta nya dan 4 orang anak nya meminta kepada pemerintah 


 "Harapan kami sebagai petani sawit jangan lah kiranya sampai berlarut larut anjlok nya harga TBS ini.

Sebab kami yang menggantung hidup dari hasil panen sawit sangat lah sedih jika anjlok harga sawit ini.

Kemungkinan besar anak anak kami akan merasakan dampak nya  dan tidak tertutup kemungkinan kami tidak sanggup menyekolahkan mereka dan akhir nya putus sekolah." 


Bayangkara news Madina,id

(Saripul)