Ciamis -"bhayangkara news id "Polres Ciamis Polda Jabar melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam rangka penanganan dan pencegahan wabah Penyakit Mulut dan Kuku hewan ternak yang meningkat pesat dibeberapa daerah di Indonesia. Kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku hewan ternak ini pertama kali muncul di wilayah Jawa Timur.

Koordinasi tersebut dilaksanakan oleh Satuan Binmas Polres Ciamis dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabuapten Ciamis di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan, Jalan Yos Sudarso No.74, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (03/06/2022).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh KBO Binmas Iptu M. Badri dengan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Drs. Syarif Nurhidayat, M.Si., dan didampingi oleh anggota Sat Binmas Polres Ciamis.
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, SH., S.I.K., M.T., melalui Kasat Binmas Polres Ciamis AKP Roesdiana mengatakan, koordinasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti perintah pimpinan dalam hal ini dari Kapolda Jabar kepada Kapolres Ciamis. Tentang penyakit mulut dan kuku pada hewan daging konsumsi di wilayah Kabupaten Ciamis.

"Koordinasi ini bertujuan agar megetahui kondisi hewan ternak di wilayah Kabupaten Ciamis sehat dan terbebas dari bahaya penyakit mulut dan kuku. Selain itu juga untuk mengetahui cara penanganan perawatan hewan ternak yang terindikasi penyakit mulut dan kuku," katanya.

AKP Roesdiana menambahkan, pihaknya akan mengerahkan seluruh anggota Bhabinkamtibmas memberikan edukasi kepada para warga yang memiliki hewan ternak tentang bahaya dan ciri hewan yang terpapar PMK. Sehingga nantinya para warga bisa melaporkan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan agar tidak semakin menyebar ke hewan lainnya.

"Laporkan ketika menemukan indikasi hewan ternaknya terinfeksi PMK kepada dinas terkait. Sehingga dilakukan penanganan agar tidak lebih meluas dan sehat kembali hewan ternaknya," pungkasnya.

(Deded/Hb) 

Hms