Madina - [bhyangkaranews.id], Beredar ditengah lapisan masyarakat, bahwa pembelanjaan anggaran dana desa banyak titipan program oleh oknum tertentu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara untuk tahun anggaran (TA) 2022.


Seperti informasi yang diperoleh awak media diberbagai desa di kabupaten Madina adanya program titipan Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, namun hal itu dibantah oleh pihak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madina.


"Itu tuduhan tidak benar, Kita tidak ada penitipan program apapun dan siapapun yang menyebut nama dan menjual nama kejaksaan tolong dilaporkan kepada pihak berwajib maupun kepada kami. Kita ini sebagai Kejaksaan sebagai pengawas, bukan pemain proyek." kata Kajari Madina Novan Hadian kepada wartawan, rabu (15/06/2022).


Novan meminta kepada seluruh kepala desa di kabipaten Madina agar menolak keras jika ada oknum atau siapapun yang membawa-bawa nama Kejaksaan Negeri Madina dalam melancarkan misinya untuk menjalankan Proyek atau pengadaan apapun termasuk pengadaan bibit tanaman ke Desa-desa di Kabupaten Madina.


"Mau katanya dalan lidang, timbangan dan Kejaksaan Madina, siapa saja dan kapan saja yang mengatasnamakan pihak kami tolong di tolak mentah-mentah. 

Kita tidak pernah titip orang mereka kepala desa bebas mau buat apa dana desa selagi dengan memiliki aturan UU Republik Indonesia ini. orang mereka bebas dan kerja yang baik saja." Bebernya.


Namun Novan mengingatkan, seluruh Kepala Desa di Kabupaten Madina bebas dalam mengerjakan program masing-masing Desanya asal sesuai regulasi yang ada namun jangan samoai ada program yang fiktiv.


"Bebas kepala desa mau buat program apa saja selagi masih dalam aturan yang ada tapi jangan sampai ada kegiatan desa yang fiktiv kami siap menindaknya, tapi kalau kurang sedikit kita maklum tapi mohon diperbaiki kembali." Ucapnya.


Novan mengatakan pihaknya siap memberikan pembinaan pemahaman regulasi kepada kepala desa "dan kalau ada yang mau dipertanyakan para kepala desa silahkan datang kekantor jangan segan-segan untuk datang kemari kita siap membantu,

 kasihan juga melihat kepala desa ini karena kurang faham lalu mereka nantinya masuk penjara." ujarnya lagi.


Meskipun dibantah oleh Kajari Madina, Program Pengadaan Bibit Buah dan padi melalui Anggaran Dana Desa TA2022 di berbagai Desa di Kabupaten Madina sudah terus terlanjur berjalan mulus.

Apakah ini ada unsur dari dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Madina .? Tunggu lanjutan berita ini. (Mhd Roihan Tanjung)