Kaca reben pintu masuk ke sekolah yang di lemari OTK

Asahan, [bhayangkaranews.id], Sejumlah orang tak dikenal ( OTK -  red ) melakukan teror di sekolah Penggerak  SMAN - 4 Kisaran kelurahan Sendang Sari kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Kaca reben pintu depan masuk sekolah pecah berserakan dilempari dengan  batu oleh para pelaku.

Vidio : Kaca pintu yang dilempar OTK


Kejadian teror pelemparan batu di sekolah Penggerak SMAN - 4 ini diketahui terjadi pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2022 sekitar pukul 1.30 Wib dini hari, saat kejadian Jumino penjaga malam sekolah langsung menghubungi pihak sekolah ", terang Esmi Pohan Kepala Sekolah Penggerak SMAN - 4 Kisaran, Kamis ( 23/06/2022 ) diruang kerjanya

Kepala Sekolah Penggerak SMAN - 4 Kisaran Esmi Pohan

Sampai saat ini lanjut Esmi Pohan, " pihak sekolah belum mengetahui apa motif penyebab dan siapa para pelaku pelemparan batu yang mengakibatkan kaca reben pintu depan masuk ke sekolah pecah hingga kacanya berserakan. Menurut keterangan penjaga malam, pelaku pelemparan diduga berjumlah sebanyak 4 orang.



Pihak sekolah merasa sangat prihatin atas kejadian ini, sebab para pelaku telah berani melakukan pelemparan ke sekolah yang merupakan aset pemerintah. Walaupun dengan adanya  kejadian tersebut namun tidak sempat menggangu aktivitas proses  belajar mengajar disekolah, karena kejadiannya pada malam hari.



Keesokan harinya pihak sekolah telah membuat laporan ke Polsek  Kisaran Kota, dan akibat kejadian pelemparan batu tersebut pihak sekolah SMAN - 4 Kisaran mengalami  kerugian sebesar Rp : 5  juta. Untuk proses hukum selanjutnya, pihak sekolah sepenuhnya menyerahkan ke aparat kepolisian dan berharap agar para pelaku pelemparan batu disekolah penggerak SMAN - 4 Kisaran ini segera terungkap ", terang Esmi Pohan



Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Kisaran Kota Aiptu Doly ketika dihubungi melalui telepon selulernya  membenarkan adanya laporan pengaduan pelemparan batu dari pihak sekolah SMAN - 4 Kisaran , " benar ada laporan dari pihak sekolah, dan saat ini kasus tersebut masih sedang dalam proses penyelidikan ", kata Aiptu Doly. ( JH )