Kantor Emplasmen PTPN - 3 Kebun Huta Padang Bandar Pasir Mandoge

Asahan, [bhayangkaranews.id], Diduga telah melakukan perdamaian dengan terduga pelaku pencurian sebanyak lebih kurang 32  tandan buah segar ( TBS - red ) di areal Afdeling II ancak B2,  Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Kabupaten  Asahan minta Direksi PTPN - 3 di Medan segera mencopot Manager Kebun Huta Padang Bandar Pasir Mandoge


Ketua DPP Independen Hukum Indonesia Bahrum Sitompul


Ketua Dewan Pimpinan Pusat Independen Hukum Indonesia Bahrum Sitompul kepada awak media mengatakan, " diduga managemen PTPN - 3 Kebun Huta Padang beberapa waktu lalu telah melakukan perdamaian serta melepaskan salah seorang terduga pelaku pencurian sebanyak lebih kurang 32 tandan buah segar ( TBS ) bersama dengan barang bukti lainnya satu unit mobil  pickup untuk langsiran  TBS ", Kamis ( 14/07/2022 ) pukul 10.00 Wib di ruang kerjanya



" Apa yang telah dilakukan oleh pihak managemen Kebun Huta Padang terhadap terduga pelaku yang merupakan salah seorang supir langsiran TBS dari salah satu rekanan / vendor  berinisial  " JM ", tidak dapat ditoleransi dan sangat bertentangan dengan moto dan komitmen dari  PTPN - 3 yang notabennya adalah salah satu  perusahaan plat merah yakni Badan Usaha Milik Negara ( BUMN - red ).



Kejadian dugaan tangkap lepas pelaku pencurian TBS tersebut bermula dari adanya laporan dari salah seorang warga  masyarakat Desa Sei Nadoras Kecamatan Bandar Pasir Mandoge berinisial " Aa" didampingi beberapa orang rekannya yang lain, " tepat hari Selasa tanggal 04/07/2022 yang lalu, pihak pengamanan pekerbunan/ security telah menangkap salah seorang supir mobil langsiran tandan buah segar dari Afdeling II ancak B2 yang dibawa melalui jalur Afdeling VI yang langsung menuju kearah perkampungan warga sekitar perkebunan.



Setelah melakukan penangkapan, pihak security langsung membawa supir terduga pelaku pencurian bersama dengan barang bukti berupa 32 tandan buah segar serta satu unit mobil langsiran merk Hiline warna hitam yang merupakan anggota kerja dari salah satu rekanan / vendor di PTPN - 3 Kebun Huta Padang berinisial  " JM ", ke kantor Emplasmen Kebun Huta Padang. Namun tidak lama berselang, setelah terduga pelaku bersama dengan barang bukti lainnya dilepaskan begitu saja tanpa ada tindak lanjut sampai ke proses hukum aparat kepolisian ", terang Bahrum



Seharusnya sesuai dengan komitmen PTPN - 3, pihak managemen Kebun Huta Padang menyerahkan langsung terduga pelaku dengan barang bukti lainnya ke pihak aparat kepolisian untuk di proses secara hukum yang berlaku,  kemudian pihak managemen Kebun Huta Padang juga membuat surat rekomendasi ke Direksi PTPN - 3 di Medan agar kontrak kerjasama perusahaan angkutan milik rekanan / vendor berinisial " Jm " segera di black list.



Atas kejadian tersebut Dewan Pimpinan Pusat Independen Hukum Indonesia Kabupaten Asahan secepatnya akan melayangkan surat laporan resmi ke pihak pimpinan Direksi PTPN - 3 di Medan untuk mengevaluasi kinerja bahkan mencopot jabatan manager Kebun Huta Padang serta ke aparat Kepolisian Resort Asahan guna mengungkap apa dan bagaimana  sebenarnya yang terjadi. Hal ini telah menjadi preseden buruk terhadap kebijakan managemen Kebun Huta Padang yang memang rawan dengan pencurian TBS, " jangan ada tebang pilih, kalau ada kedapatan masyarakat kampung sekitar perkebunan yang tertangkap melakukan pencurian  satu TBS saja, pihak perusahaan langsung membuat laporan ke aparat Kepolisian," tegas Bahrum Sitompul ( JH )