Asahan, [bhayangkaranews.id], Karena tidak bisa mengikuti kegiatan Bimbingan Tehknis ( Bimtek - red ) yang dilaksanakan di hotel Grand Antares Medan,  Sekdes desa Sei Kama Baru Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan ngaku sudah transfer sejumlah uang.




" Desa Sei Kama Baru memang tidak bisa mengikuti kegiatan Bimtek di Medan, tapi kami sudah membayar atau mentransfer  biaya Bimtek kepada kepala Desa Pasiran Kecamatan Sei Dadap berinisial " Ro " sebesar Rp : 10.000.000.00,- ", ujar Supriyanto Sekdes Sei Kama Baru , Jumat ( 08/07/2022 ) pukul 11.00 Wib di balai desa



Dirinya juga menjelaskan, " bukti transfer uang Rp : 10 juta itu ada dan uang tersebut diperuntukkan untuk biaya kegiatan Bimtek  desa di hotel Grand Antares Medan yang dilaksanakan dari mulai hari Rabu sampai Jumat ini. Kemarin saya sakit, makanya saya tidak bisa hadir untuk mengikuti kegiatan Bimtek tersebut.



Uang sebesar  Rp : 10 juta yang kami transfer ke rekening atas nama kepala desa Pasiran   Rindawanto sebagai titipan untuk disampaikan kepada panitia pelaksana Bimtek desa di Medan, memang ada juga satu orang perangkat desa yang kita utus untuk mengikuti kegiatan Bimtek itu.



Rincian uang Rp : 10 juta untuk biaya kegiatan Bimtek itu, untuk dua orang peserta dan masing masing peserta dikenakan biaya Rp : 5 juta / orang. Dalam tahun ini saya sudah dua kali mengikuti Bimtek desa dan Bimtek kali aku ini untuk ke tiga kalinya ", beber Supriyanto



Ketika ditanya awak media tentang ada atau tidaknya aturan/sangsi kalau ada  Desa  yang tidak mengikuti kegiatan Bimtek, " kalau untuk itu saya tidak tau bang, kami tetap bayar biaya kegiatan Bimtek walau saya tidak hadir. Tapi saya minta tolong kali sama abang, masalah ini janganlah sampai abang beritakan, payah itu nanti bang ", pinta Sekdes Supriyanto sambil memegangi tangan awak media



Sementara itu panitia penyelenggara pelaksanaan Bimtek Desa dari Lembaga Orientasi Pengembangan Pembangunan Nasional ( LOPPNAS ) Muhadi saat dikonfirmasi awak media Bhayangkara News melalui telepon seluler mengatakan, " memang benar LOPPNAS ada melaksanakan kegiatan Bimtek desa Asahan di Medan, namun terkait ada desa yang tidak hadir dan sudah menyerahkan uang untuk biaya Bimtek saya tidak mengetahuinya.



Tidak ada aturan atau sangsi apabila ada desa yang tidak mengikuti kegiatan Bimtek ini, dan sampai sekarang kami dari pihak panitia penyelenggara belum ada menerima sejumlah uang dari Desa yang tidak hadir dalam mengikuti kegiatan Bimtek. Walaupun begitu coba saya cek dulu nanti kepanitia lainnya ya pak ", elak Muhadi sembari menutup pembicaraannya. ( JH )